Musim Tanam Tembakau Dimulai, Petani Sumenep Pasang Harapan Besar Harga Tetap Tinggi Saat Panen

- Publisher

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hamparan tanaman tembakau muda di lahan pertanian Kabupaten Sumenep saat memasuki musim tanam 2026.

Foto: Hamparan tanaman tembakau muda di lahan pertanian Kabupaten Sumenep saat memasuki musim tanam 2026.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Musim tanam tembakau 2026 resmi dimulai di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ribuan petani di sejumlah kecamatan mulai turun ke lahan untuk mengolah tanah dan menanam bibit tembakau Madura, komoditas unggulan yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.

Kondisi lahan tahun ini dinilai sangat ideal. Curah hujan yang turun merata dalam beberapa pekan terakhir membuat kadar air tanah cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sementara karakter tanah khas Sumenep yang gersang dan kaya mineral diyakini mampu menghasilkan daun tembakau berkualitas tinggi.

Para petani optimistis musim tanam tahun ini akan memberikan hasil yang lebih baik. Dengan dukungan cuaca yang diperkirakan cerah diselingi hujan ringan, daun tembakau diharapkan tumbuh lebih tebal, berwarna cerah, serta memiliki aroma dan cita rasa khas yang selama ini menjadi keunggulan tembakau Madura di pasar nasional hingga mancanegara.

Sejak beberapa hari terakhir, aktivitas pertanian mulai terlihat di berbagai sentra tembakau. Petani melakukan pembajakan lahan, pembuatan bedengan, penebaran pupuk kandang, hingga menyiapkan bibit unggul yang telah melalui proses seleksi.

Namun, di balik optimisme tersebut, para petani menyimpan harapan besar agar harga jual tembakau saat panen nanti tetap tinggi dan tidak mengalami penurunan seperti yang dikhawatirkan selama ini. Pasalnya, biaya produksi terus meningkat, mulai dari harga bibit, pupuk, pestisida, hingga ongkos tenaga kerja.

Selain biaya yang semakin tinggi, budidaya tembakau juga membutuhkan perawatan yang intensif, mulai dari penyiraman, pemupukan, pemangkasan pucuk, hingga proses penjemuran dan pengeringan pascapanen yang memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit.

“Kami bersyukur kondisi tanah dan cuaca tahun ini sangat mendukung. Sekarang tinggal bagaimana kami merawat tanaman hingga panen. Harapan terbesar kami tentu harga tetap bagus. Jangan sampai setelah bekerja keras berbulan-bulan, hasil panen dihargai rendah. Kami ingin harga yang adil agar petani tetap semangat menanam tembakau,” ungkap salah seorang petani tembakau di Sumenep.

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menyatakan akan terus memantau perkembangan musim tanam serta berkoordinasi dengan pengusaha, industri pengolahan, dan para pembeli agar harga pembelian tembakau tetap sesuai dengan kualitas hasil panen petani.

Kelompok tani juga berharap pemerintah memperkuat pengawasan terhadap praktik permainan harga yang dapat merugikan petani. Mereka mendorong tersedianya gudang penyimpanan dan fasilitas pengeringan yang memadai agar kualitas tembakau tetap terjaga dan memiliki daya saing di pasaran.

Bagi masyarakat Sumenep, tembakau bukan hanya tanaman musiman, tetapi telah menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus sumber penghasilan ribuan keluarga. Ketika hasil panen melimpah dan harga jual menguntungkan, roda perekonomian desa ikut bergerak, daya beli masyarakat meningkat, dan kesejahteraan petani pun semakin baik.

Kini, musim tanam telah dimulai. Para petani menaruh harapan besar agar cuaca tetap bersahabat, tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit, serta harga tembakau pada musim panen nanti benar-benar berpihak kepada petani sehingga kerja keras mereka selama berbulan-bulan dapat memberikan hasil yang layak dan membawa keberkahan.

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Salurkan Bansos Gerobak kepada Ibu Penjual Kacang melalui Program Polisi Peduli Pengangguran
Bansos Pangan Tiga Bulan Belum Diterima Warga Arjasa, MP3.S Desak Bulog Buka Suara
Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Nurul Bayan
Dugaan Penggelapan Kapal Rp1,5 Miliar, Sulaisi Desak Polresta Sumenep Usut Tuntas, Jangan Ada Pihak Lolos dari Hukum
Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta
Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara
Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam
Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bansos Gerobak kepada Ibu Penjual Kacang melalui Program Polisi Peduli Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Bansos Pangan Tiga Bulan Belum Diterima Warga Arjasa, MP3.S Desak Bulog Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Nurul Bayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Dugaan Penggelapan Kapal Rp1,5 Miliar, Sulaisi Desak Polresta Sumenep Usut Tuntas, Jangan Ada Pihak Lolos dari Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:59 WIB

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta

Berita Terbaru