MBG Sumenep Kembali Disorot, Makanan Diduga Berbau dan SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Berulang Kali Dikeluhkan

- Publisher

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menu makan bergizi gratis (MBG) yang diterima siswa, terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah.

Foto: Menu makan bergizi gratis (MBG) yang diterima siswa, terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Yayasan Bhakti Bunda Berjaya di Dusun Taroman, Kecamatan Batang-Batang, kembali menuai sorotan. Pihak sekolah dan wali murid di SDN Nyabakan Barat 1 mengeluhkan kualitas makanan yang diterima siswa.

Keluhan ini bukan kali pertama. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bhakti Bunda Berjaya disebut sudah berulang kali menjadi sasaran keluhan, namun hingga kini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Masalah utama berkaitan dengan kualitas makanan yang didistribusikan dari dapur sentral Batang-Batang. Sejumlah siswa dilaporkan menerima makanan yang berbau dan diduga kurang layak konsumsi.

Salah satu guru berinisial K, yang juga wali murid, mengaku khawatir karena persoalan ini terjadi berulang.

“Sudah beberapa kali terjadi. Kami sebagai guru sekaligus orang tua jelas khawatir jika makanan seperti itu tetap dikonsumsi anak-anak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/4).

Selain itu, menu makanan yang disajikan juga terus mendapat keluhan. Siswa dan wali murid menilai makanan yang diberikan kurang bervariasi dan cenderung sama setiap hari.

“Anak-anak sering tidak menghabiskan makanan, bahkan ada yang memilih tidak makan. Hampir setiap hari menunya serupa, jadi banyak keluhan,” tambahnya.

Sejumlah wali murid yang dihubungi terpisah membenarkan hal tersebut. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan.

Ironisnya, Kepala SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons meski telah dikonfirmasi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan pelaksanaan program MBG di lapangan. Program yang seharusnya meningkatkan asupan gizi siswa justru dikhawatirkan berdampak sebaliknya.

Pihak sekolah dan wali murid berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya, agar program MBG benar-benar memberikan manfaat dan tidak membahayakan kesehatan siswa.

Penulis : Mat Halil

Editor : (Red)

Berita Terkait

Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan
STAIM Tarate Resmi Bertransformasi Menjadi ISMU, Advokat Mas’odi Beri Apresiasi
Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan
Sorotan Fasilitas Mewah di Cibinong, Karutan Sumenep Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
Tagihan Air Melonjak Belasan Kali Lipat, Pelanggan Perumda Sumekar Pertanyakan Dasar Perhitungan
Kejari Luruskan Audit DD Poja dan Kebundadap Timur, Dokumen Direvisi, Arah Penanganan Dinanti
Satresnarkoba Polresta Sumenep Sita Puluhan Botol Miras dari Toko Kelontong Bangselok

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:18 WIB

Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah

Rabu, 30 September 2026 - 22:44 WIB

Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 02:17 WIB

STAIM Tarate Resmi Bertransformasi Menjadi ISMU, Advokat Mas’odi Beri Apresiasi

Rabu, 30 September 2026 - 01:55 WIB

Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan

Senin, 28 September 2026 - 20:45 WIB

Tagihan Air Melonjak Belasan Kali Lipat, Pelanggan Perumda Sumekar Pertanyakan Dasar Perhitungan

Berita Terbaru

Opini

MADURA TETAP “BAJINGAN”

Senin, 28 Sep 2026 - 22:44 WIB