Ngonjuk Lajangan di Billapora Rebba, Ketua DPD PSI Sumenep Dorong Budaya Lokal Terus Hidup

- Publisher

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPD PSI Sumenep bersama masyarakat dalam kegiatan Ngonjuk Lajangan di Desa Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng.

Foto: Ketua DPD PSI Sumenep bersama masyarakat dalam kegiatan Ngonjuk Lajangan di Desa Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Tradisi dan kebersamaan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan Ngonjuk Lajangan di Desa Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Kamis (20/8/2026).

Mengusung tema “Merawat Kebudayaan, Membangun Kebersamaan”, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Ngonjuk Lajangan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menjaga tradisi lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sumenep, R. Ach. Djoni Tunaidy, turut hadir bersama Ketua DPC PSI Kecamatan Lenteng dan ikut ambil bagian bersama masyarakat.

Djoni menilai, tradisi seperti Ngonjuk Lajangan memiliki nilai sosial yang kuat karena mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

“Kami ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara rutin karena dapat mempererat persaudaraan dan kerja sama,” ujar Djoni.

Menurutnya, bermain layangan bukan hanya persoalan hiburan. Di balik kegiatan tersebut terdapat semangat kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian terhadap budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Ngonjuk Lajangan di Billapora Rebba bukan digelar sebagai ajang perlombaan, melainkan sebagai kegiatan bersama yang memberi ruang kepada masyarakat untuk menikmati tradisi sekaligus mempererat hubungan sosial.

“Saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan. Ini bagian dari budaya kita yang harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Dari sebuah layangan yang mengudara, masyarakat dapat kembali berkumpul, berbincang, bersilaturahmi, dan merawat ikatan kebersamaan.

Ngonjuk Lajangan pun bukan sekadar menerbangkan layangan, tetapi ikut menerbangkan kembali semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Salurkan Bansos Gerobak kepada Ibu Penjual Kacang melalui Program Polisi Peduli Pengangguran
Bansos Pangan Tiga Bulan Belum Diterima Warga Arjasa, MP3.S Desak Bulog Buka Suara
Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Nurul Bayan
Dugaan Penggelapan Kapal Rp1,5 Miliar, Sulaisi Desak Polresta Sumenep Usut Tuntas, Jangan Ada Pihak Lolos dari Hukum
Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta
Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara
Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam
Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bansos Gerobak kepada Ibu Penjual Kacang melalui Program Polisi Peduli Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Bansos Pangan Tiga Bulan Belum Diterima Warga Arjasa, MP3.S Desak Bulog Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Nurul Bayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Dugaan Penggelapan Kapal Rp1,5 Miliar, Sulaisi Desak Polresta Sumenep Usut Tuntas, Jangan Ada Pihak Lolos dari Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:59 WIB

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta

Berita Terbaru