Oleh: Iman Gazali
Kepala Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep
(TrendiKabar.com) – Menjadi kepala desa bukan sekadar soal jabatan. Ada amanah yang harus dijaga, kepercayaan yang harus dibuktikan, dan harapan masyarakat yang harus diperjuangkan.
Saya menyadari, memimpin desa bukan perkara mudah. Setiap warga memiliki kebutuhan, setiap persoalan membutuhkan solusi, dan setiap keputusan tentu tidak selalu bisa menyenangkan semua pihak.
Namun, bagi saya, menjadi pemimpin bukan berarti harus selalu terlihat benar. Saya juga manusia biasa yang memiliki keterbatasan dan tidak luput dari kekurangan.
Saya percaya, pemimpin tidak cukup hanya pandai berbicara. Harus ada kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.
Membangun desa bukan hanya tentang memperbaiki jalan atau membangun fasilitas. Lebih dari itu, bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, aspirasinya didengar, dan persoalannya diperhatikan.
Saya tidak ingin masyarakat merasa jauh dari pemimpinnya. Sebab, kantor desa bukan sekadar tempat mengurus administrasi, tetapi juga tempat masyarakat berharap mendapatkan pelayanan dan solusi.
Saya memahami bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Tidak semua harapan bisa diwujudkan sekaligus. Namun, selama masih ada kesempatan dan kemampuan, saya ingin terus berusaha melakukan yang terbaik untuk Desa Lapa Laok.
Bagi saya, kritik bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Justru dari kritik, saya bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Saya tidak berharap semua orang selalu setuju dengan setiap keputusan yang diambil. Saya hanya berharap, perbedaan tetap menjadi ruang untuk berdialog dan mencari jalan terbaik.
Saya tidak ingin dinilai dari seberapa banyak saya berbicara, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
Sebab, jabatan kepala desa tidak selamanya melekat. Ada waktunya seseorang datang, dan ada waktunya pula ia harus pergi. Namun, tanggung jawab yang dijalankan hari ini akan menjadi bagian dari perjalanan desa di masa depan.
Saya percaya, Desa Lapa Laok tidak bisa dibangun oleh kepala desa seorang diri. Dibutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan keterlibatan seluruh masyarakat. Pemerintah desa dan warga harus berjalan beriringan, bukan saling menjauh.
Pada akhirnya, saya tidak sedang mengejar pujian. Saya hanya ingin amanah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya, kekurangan diperbaiki, dan pembangunan terus diupayakan sesuai kemampuan serta kebutuhan masyarakat.
Karena bagi saya, menjadi kepala desa bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang bersedia terus bekerja, belajar, dan bertanggung jawab atas amanah yang dipercayakan kepadanya.
Desa Lapa Laok adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat, kita bangun, dan kita perjuangkan masa depannya bersama-sama.
Editor : (Red)

























