Gelombang Penolakan Survei Seismik PT KEI di Kangean: Nama Anggota DPRD Sumenep Ikut Disorot di Medsos

- Publisher

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Badrul Aini, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) asal Kepulauan Kangean yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep periode 2024 –2029. (Sumber foto: laman resmi DPRD Kabupaten Sumenep)

Foto: Badrul Aini, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) asal Kepulauan Kangean yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep periode 2024 –2029. (Sumber foto: laman resmi DPRD Kabupaten Sumenep)

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Gelombang penolakan terhadap rencana aktivitas survei seismik oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di perairan Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, terus bergulir. Puncaknya terjadi setelah aksi massa pecah akibat penangkapan enam nelayan di wilayah tersebut.

Namun di tengah riuhnya aksi protes warga, muncul sorotan baru di media sosial. Sebuah akun TikTok bernama @muhammadrauf mengunggah video bertajuk “Kangean Bermunajat” yang disertai tulisan kontroversial:

“PT KEI adalah induk dari kegaduhan, Badrul adalah panglimanya kegaduhan.”

Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Beberapa komentar yang muncul di antaranya:

@●ABU ABU●: “Betul, Badrul inilah masalah terbesarnya.”

@apsara lama: “Semoga perjuanganmu berhasil untuk kemakmuran Kangean, tolak migas/PT KEI.”

@zabil90: “Jangan pilih lagi Badrul Aini nanti kalau mau calon lagi.”

Nama Badrul Aini yang disebut dalam unggahan itu diduga merujuk pada politisi Partai Bulan Bintang (PBB) asal Kepulauan Kangean, yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep periode 2004–2009 dari daerah pemilihan (Dapil) VIII, meliputi Kecamatan Arjasa, Sapeken, dan Kangayan.

Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan apakah yang dimaksud dalam unggahan TikTok tersebut benar merujuk pada sosok Badrul Aini anggota DPRD Sumenep itu atau bukan.

Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan berita, awak media TrendiKabar.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Badrul Aini melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini ditulis belum memperoleh tanggapan maupun klarifikasi resmi.

Jika benar tudingan di media sosial itu ditujukan kepada anggota dewan tersebut, publik menilai bahwa seorang wakil rakyat semestinya menjadi penyambung aspirasi masyarakat kepulauan, terutama terkait penolakan aktivitas PT KEI, bukan sebaliknya berlindung di balik kepentingan korporasi.

Isu ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan DPRD Sumenep untuk memastikan bahwa setiap kegiatan investasi di wilayah kepulauan tetap menghormati suara warga, kelestarian lingkungan, serta keadilan sosial bagi masyarakat pesisir.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius
Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan
Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman
Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pendidikan

IMI Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Kampus

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:07 WIB

Hukum & Kriminal

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Senin, 5 Okt 2026 - 01:42 WIB