SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kedatangan personel Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jawa Timur bersama Satuan Intelijen Keamanan (Satintelkam) Polresta Sumenep ke Pesantren Al-Uswah, Jalan Kiai H. Mansyur, Kelurahan Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (13/10/2026), memunculkan pertanyaan mengenai agenda di balik kunjungan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah personel kepolisian tiba menggunakan dua mobil berwarna hitam yang tampak seperti Toyota Avanza. Saat awak media berupaya menggali informasi, kedatangan mereka disebut hanya untuk bersilaturahmi dengan pimpinan Pesantren Al-Uswah dan seseorang berinisial S.
Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ach. Putrawardana, S.H., membenarkan kunjungan tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (13/10/2026).
“Informasi itu betul, dari Polisi Polresta Sumenep dan Polisi Polda Jawa Timur. Mereka hanya silaturahmi,” ujarnya.
Namun, penjelasan singkat tersebut belum menguraikan secara terperinci agenda maupun konteks kunjungan personel intelijen dari tingkat daerah hingga Polda Jawa Timur itu.
Perhatian terhadap kunjungan ini turut muncul karena Pesantren Al-Uswah sebelumnya pernah dikaitkan dalam pemberitaan dengan dugaan keterlibatan salah satu pihak dalam perkara terorisme. Meski demikian, konteks tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya hubungan antara kunjungan kali ini dan perkara tersebut.
Justru karena menyangkut isu sensitif, informasi yang disampaikan kepada publik harus berlandaskan fakta, bukan asumsi. Penjelasan yang terang diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi ataupun menarik kesimpulan tanpa dasar.
Pertanyaan yang layak diajukan ialah apakah kunjungan tersebut murni silaturahmi, bagian dari kegiatan rutin intelijen, atau memiliki agenda lain. Pertanyaan ini bukan tuduhan, melainkan upaya memperoleh kejelasan atas aktivitas aparat yang menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, tidak setiap kegiatan intelijen harus dibuka secara terperinci kepada publik. Namun, informasi dasar yang tidak mengganggu kepentingan keamanan tetap dapat dijelaskan sepanjang memungkinkan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai tujuan spesifik kunjungan tersebut maupun apakah kegiatan itu berkaitan dengan agenda kepolisian lainnya.
Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta tidak menyimpulkan adanya keterlibatan pihak tertentu tanpa bukti yang dapat diverifikasi.
Kejelasan informasi menjadi penting agar kunjungan aparat tidak berkembang menjadi polemik akibat minimnya penjelasan. Sebab, dalam isu sensitif seperti ini, akurasi informasi jauh lebih penting daripada spekulasi.
Penulis : Suri Hariady
Editor : (Red)

























