Lulus dari BLK Sumenep, Ratusan Peserta Kini Kantongi Sertifikat Nasional dan Siap Mengukir Masa Depan

- Publisher

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah peserta pelatihan menerima sertifikat kompetensi pada acara penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2025 di BLK Sumenep, Rabu (11/6/2025).

Foto: Sejumlah peserta pelatihan menerima sertifikat kompetensi pada acara penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2025 di BLK Sumenep, Rabu (11/6/2025).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Raut bangga dan haru terpancar dari wajah para peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep saat mengikuti acara penutupan pelatihan tahap pertama tahun 2025 pada Rabu, 11 Juni 2025. Sebanyak 128 peserta dinyatakan lulus, dan mayoritas telah berhasil mengantongi sertifikat kompetensi nasional dari lembaga resmi.

Acara penutupan yang digelar secara formal ini diwakili oleh Shobiis Asror, M.Pd., Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi sekaligus Plt Kasubag Tata Usaha BLK Sumenep. Ia hadir mewakili Kepala UPT BLK Sumenep, Agus Budiyono, S.E., yang tengah bertugas di luar kota.

“Acara ini merupakan bagian penting dari proses pelatihan. Selain seremoni, kami juga menyampaikan motivasi dan arahan agar peserta mampu mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh selama kurang lebih 33 hari,” ujar Shobiis dalam sambutannya.

Dari total peserta, sebanyak 6 orang tidak menyelesaikan pelatihan karena berbagai alasan. Ada yang mengundurkan diri karena diterima kerja, sementara sebagian lainnya keluar tanpa keterangan atau terkendala dalam aspek kedisiplinan.

Meski demikian, pelatihan ini menorehkan hasil yang sangat positif. Para peserta tidak hanya mendapat pelatihan teknis, tetapi juga mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh tiga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yakni LSP 2 Surabaya, LSP Singosari, dan LSP Wonojati. Hasilnya, sekitar 95 persen peserta dinyatakan kompeten dan layak memperoleh sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

“Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kami ingin mencetak tenaga kerja yang terampil dan siap terjun langsung ke dunia kerja. Sertifikat kompetensi nasional ini adalah modal penting saat mereka melamar kerja atau membangun usaha sendiri,” tegas Shobiis.

Selain ilmu dan sertifikasi, peserta juga mendapatkan dukungan uang transportasi. Meski anggaran tahun ini mengalami penyesuaian, peserta tetap menerima Rp10 ribu per hari selama masa pelatihan. Jumlah total bervariasi tergantung durasi pelatihan, mulai dari Rp180 ribu hingga lebih dari Rp300 ribu.

“Meski nominalnya tidak besar, kami harap ini tetap memberi manfaat. Yang terpenting, mereka pulang dengan ilmu dan keterampilan yang nyata,” tambahnya.

Dengan bekal keterampilan, sertifikat nasional, dan semangat baru, para lulusan BLK Sumenep kini memiliki pondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh menjadi tenaga produktif, mandiri, dan memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan daerahnya.

 

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan
STAIM Tarate Resmi Bertransformasi Menjadi ISMU, Advokat Mas’odi Beri Apresiasi
Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan
Sorotan Fasilitas Mewah di Cibinong, Karutan Sumenep Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
Tagihan Air Melonjak Belasan Kali Lipat, Pelanggan Perumda Sumekar Pertanyakan Dasar Perhitungan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 23:18 WIB

Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah

Rabu, 30 September 2026 - 02:17 WIB

STAIM Tarate Resmi Bertransformasi Menjadi ISMU, Advokat Mas’odi Beri Apresiasi

Rabu, 30 September 2026 - 01:55 WIB

Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan

Berita Terbaru

Teknologi

SURAT AI PADA PRESIDEN DAN MENHAN

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:53 WIB