Dugaan Skandal Kredit Pensiun di BRI Sumenep Disorot PMII, Pihak Bank Tegaskan Ikuti Proses Hukum

- Publisher

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aksi demonstrasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di jalan raya Sumenep, menyoroti dugaan skandal kredit pensiun di BRI Cabang Sumenep.

Foto: Aksi demonstrasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di jalan raya Sumenep, menyoroti dugaan skandal kredit pensiun di BRI Cabang Sumenep.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja menyoroti dugaan skandal tipu gelap dan penyalahgunaan jabatan di lingkungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sumenep. Kasus ini mencuat ke publik dan memicu perhatian luas karena diduga merugikan nasabah, khususnya pensiunan, Kamis (23/4/2026).

Dalam keterangan persnya, PMII menyebut salah satu korban berinisial AH diduga menjadi korban praktik penipuan dalam proses pengajuan pinjaman dengan jaminan Surat Keputusan (SK) pensiun.

Berdasarkan laporan polisi LP/B/176/VIII/RES.1.11/2020/RESKRIM/SPKT/Polres Sumenep tertanggal 8 Agustus 2020, terdapat dugaan penyalahgunaan jabatan oleh oknum pegawai berinisial N yang bertugas sebagai teller di BRI Sumenep. Oknum tersebut diduga mengambil alih proses pengurusan berkas kredit yang seharusnya menjadi kewenangan Account Officer.

Ketua Komisariat PMII Unija, Firman, mengungkap korban disebut menandatangani sejumlah dokumen tanpa mengetahui isi sebenarnya. Selain itu, terdapat dugaan pembuatan dokumen dan surat kuasa secara sepihak tanpa persetujuan korban.

“Ini berpotensi melanggar ketentuan perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 22 Tahun 2023,” ujarnya.

PMII juga menilai pihak manajemen BRI Cabang Sumenep seharusnya mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Hingga kini, menurut mereka, belum ada tindakan konkret, sementara korban masih mengalami pemotongan gaji pensiun.

Atas kondisi itu, PMII menyampaikan tiga tuntutan:

  • Menghentikan pemotongan gaji pensiun korban
  • Mengembalikan seluruh dana yang telah dipotong
  • Memberikan sanksi administratif kepada oknum terkait

PMII menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan keadilan bagi korban.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Sumenep, Ali Topan, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai setiap masukan yang berkembang. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan perkara akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami menghormati setiap masukan, namun terkait hal ini kami akan mengikuti proses hukum dan taat pada putusan pengadilan,” ujarnya.

 

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan
STAIM Tarate Resmi Bertransformasi Menjadi ISMU, Advokat Mas’odi Beri Apresiasi
Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan
Sorotan Fasilitas Mewah di Cibinong, Karutan Sumenep Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
Tagihan Air Melonjak Belasan Kali Lipat, Pelanggan Perumda Sumekar Pertanyakan Dasar Perhitungan
KPK Bongkar Dugaan Setoran di BPN Jatim, Uang hingga Emas Disita, Aliran dari Kantah Mulai Ditelusuri
Kejari Luruskan Audit DD Poja dan Kebundadap Timur, Dokumen Direvisi, Arah Penanganan Dinanti

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:18 WIB

Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah

Rabu, 30 September 2026 - 22:44 WIB

Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 02:17 WIB

STAIM Tarate Resmi Bertransformasi Menjadi ISMU, Advokat Mas’odi Beri Apresiasi

Rabu, 30 September 2026 - 01:55 WIB

Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan

Senin, 28 September 2026 - 22:12 WIB

Sorotan Fasilitas Mewah di Cibinong, Karutan Sumenep Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Berita Terbaru