Lima Tahun Buron Tak Tertangkap, Korban Investasi Madu Klanceng Desak Penegakan Hukum

- Publisher

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA KEDIRI, (TrendiKabar.com) – Sejumlah korban investasi bodong madu klanceng mendatangi Komisi Yudisial (KY) dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (8/5/2025), untuk mengawal proses kasasi yang tengah berjalan di Mahkamah Agung. Mereka menuntut keadilan atas kasus yang sudah berlangsung selama lima tahun tanpa kejelasan hukum terhadap seluruh tersangkanya.

Para korban yang didampingi kuasa hukum menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam proses hukum, mulai dari belum lengkapnya berkas perkara tersangka Wahyudi, hingga vonis lepas (onslag van recht vervolging) terhadap terdakwa Chrisma Dharma Ardiansyah di tingkat banding.

“Jumlah korban di seluruh Indonesia mencapai sekitar 8.500 orang dengan kerugian diperkirakan hingga Rp2 triliun. Saya pribadi mengalami kerugian hingga Rp22 miliar,” ujar Slamet Riyadi (45), salah satu korban, saat ditemui sebelum keberangkatan ke Surabaya.

Slamet mengaku frustrasi karena tak hanya dirugikan secara finansial, tetapi juga harus hidup dalam tekanan dan ancaman. “Saya tidak berani pulang karena sering menerima ancaman, mulai dari intimidasi, penyanderaan, hingga ancaman santet. Ini sangat mengganggu secara mental,” tambahnya.

Ia juga menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang belum berhasil menangkap Christian Anton, salah satu tersangka yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) selama lima tahun. “Tersangka Anton itu sudah lama DPO, tapi tak kunjung ditangkap. Padahal dia tinggal bersama istri, anak, dan mertuanya. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami,” tegasnya.

Kuasa hukum korban, Wahyudi, menilai ada ketimpangan dalam proses hukum. “Polisi memiliki kemampuan dan teknologi yang mumpuni, bahkan bisa menangkap teroris di pelosok, tetapi kenapa tidak bisa menangkap seorang DPO yang keberadaannya bisa dilacak?” ujarnya.

Terkait vonis lepas terhadap Chrisma Dharma Ardiansyah, Wahyudi menyatakan ada kejanggalan dalam proses banding di Pengadilan Tinggi. “Putusan itu keluar di akhir bulan, namun informasinya sudah bocor sebelumnya. Ini yang ingin kami klarifikasi ke Komisi Yudisial,” jelasnya.

Ia menegaskan, kedatangan ke KY masih dalam rangka audiensi, belum sampai pada tahap pelaporan dugaan pelanggaran etik. “Kami ingin mengumpulkan bukti dan data yang lengkap terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh,” tegas Wahyudi.

Mengakhiri pernyataannya, Wahyudi mengutip adagium hukum Latin “Dormiunt aliquando leges, nunquam moriuntur” hukum mungkin tertidur, tetapi tidak pernah mati. “Kami percaya, meski tak punya uang, hukum masih ada, dan masih ada orang yang peduli pada keadilan,” pungkasnya.

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Asmawi Resmi Ditahan di Rutan Polresta Sumenep, Sulaisi Tegaskan Perjuangan Keadilan Tak Boleh Berhenti
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Soroti Penanganan Kasus Asmawi yang Belum Ditahan
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius
Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan
Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan
Sorotan Fasilitas Mewah di Cibinong, Karutan Sumenep Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Asmawi Resmi Ditahan di Rutan Polresta Sumenep, Sulaisi Tegaskan Perjuangan Keadilan Tak Boleh Berhenti

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Soroti Penanganan Kasus Asmawi yang Belum Ditahan

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pendidikan

IMI Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Kampus

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:07 WIB

Hukum & Kriminal

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Senin, 5 Okt 2026 - 01:42 WIB