Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

- Publisher

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Keluarga besar LP Ma’arif NU Sumenep mengikuti rangkaian Harlah ke-97 di SD RAISNU MWC NU Kota Sumenep, Sabtu (3/10/2026).

Foto: Keluarga besar LP Ma’arif NU Sumenep mengikuti rangkaian Harlah ke-97 di SD RAISNU MWC NU Kota Sumenep, Sabtu (3/10/2026).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Harlah ke-97 Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi ajang peringatan perjalanan organisasi. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.

Peringatan yang digelar di halaman SD RAISNU MWC NU Kota Sumenep, Sabtu (3/10/2026), diikuti keluarga besar LP Ma’arif NU dari berbagai jenjang pendidikan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan Jalan-Jalan Sehat (JJS) Ma’arif, Senam Anak Indonesia Hebat, Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), serta penanaman bibit pohon.

Ketua PC LP Ma’arif NU Sumenep, Dr. Salamet, S.Fil.I., M.Ag., menegaskan bahwa tantangan pendidikan ke depan membutuhkan lembaga yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Dengan Harlah ke-97 ini, kami ingin semua lembaga di bawah naungan LP Ma’arif NU Sumenep terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, maju dan modern, sekaligus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” ujar Salamet.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Tata Kelola Pendidikan Harus Terus Dibenahi

Wakil Ketua IV PCNU Sumenep, Dr. KH. Muhammad Hosnan, M.Pd., menekankan pentingnya pembenahan sistem dan tata kelola satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU.

Ia menilai tata kelola bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga berkaitan dengan mutu layanan, kualitas sumber daya manusia, penguatan karakter, hingga kemampuan lembaga melakukan inovasi.

“LP Ma’arif NU Sumenep harus terus berbenah dan menyiapkan sistem serta tata kelola yang lebih baik. Satuan pendidikan di bawah naungan Ma’arif harus mampu tumbuh menjadi lembaga yang unggul, modern, profesional, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegas Hosnan.

Ia juga mengingatkan agar perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan terus dilanjutkan melalui khidmah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pendidikan masa depan.

Deklarasi Sekolah Aman

Komitmen terhadap kualitas pendidikan juga diwujudkan melalui Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.

Tak hanya itu, kepedulian terhadap lingkungan turut ditunjukkan melalui penanaman bibit pohon. Langkah tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan kebersamaan melalui JJS Ma’arif dan Senam Anak Indonesia Hebat yang melibatkan peserta didik, guru, serta keluarga besar lembaga pendidikan Ma’arif.

Harlah ke-97 pun menjadi momentum konsolidasi bagi LP Ma’arif NU Sumenep untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu layanan, serta memastikan lembaga pendidikan tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan berkarakter bagi generasi masa depan.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan
STAIM Tarate Resmi Bertransformasi Menjadi ISMU, Advokat Mas’odi Beri Apresiasi
Kasus Sabu Talango Jangan Berhenti di Pengguna, Asal Barang dan Pemasok Jadi Pertanyaan
Sorotan Fasilitas Mewah di Cibinong, Karutan Sumenep Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 23:18 WIB

Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah

Berita Terbaru

Teknologi

SURAT AI PADA PRESIDEN DAN MENHAN

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:53 WIB