Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

- Publisher

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Proses perdamaian dua warga Legung Barat di Polres Sumenep melalui restorative justice.

Foto: Proses perdamaian dua warga Legung Barat di Polres Sumenep melalui restorative justice.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Perselisihan yang sempat memicu saling lapor dugaan penganiayaan antara dua warga Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, akhirnya berujung damai melalui pendekatan restorative justice yang difasilitasi jajaran kepolisian, Jum’at (22/5/2026).

Kasus yang tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/02/II/2026/SPKT.Unitreskrim/Polsek Batang-Batang/Polres Sumenep/Polda Jatim tertanggal 21 Februari 2026 itu diketahui dipicu akibat kesalahpahaman antar kedua belah pihak.

Pihak pertama yakni ABDILAH ZAIN selaku pendamping NAMO, sedangkan pihak kedua SLAMET didampingi praktisi hukum senior Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, SH. Sebelum proses perdamaian dilakukan, keduanya sempat saling melapor terkait dugaan penganiayaan.

Namun melalui proses mediasi dan gelar perkara damai di Polres Sumenep yang dihadiri Kanit Reskrim Polsek Kecamatan Batang-Batang bersama penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Sumenep, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak saling memaafkan, sepakat tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum, serta tidak ada tuntutan ganti rugi dari masing-masing pihak.

Langkah humanis aparat kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari Syaiful Bahri, SH. Menurutnya, penyelesaian melalui restorative justice menjadi solusi terbaik demi menjaga kondusivitas dan hubungan baik antarwarga.

“Ini langkah yang patut diapresiasi. Persoalan yang awalnya memanas akhirnya dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di masyarakat,” ujarnya.

Perdamaian tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat agar lebih mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Gandeng Baznas, 66 Rumah Warga Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak
LIMA TERDAKWA KORUPSI BSPS SUMENEP HADAPI TUNTUTAN JPU, PUBLIK TUNGGU LANGKAH KEJATI ATAS FAKTA PERSIDANGAN
Danrem 084/Bhaskara Jaya Tegaskan Sishankamrata Tetap Jadi Pilar Utama Pertahanan Negara di Sumenep
Kades Grujugan Pimpin Kerja Bakti Massal, Benahi Kebersihan Sepanjang Jalan Raya Desa
Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemkab Sumenep Gandeng Baznas, 66 Rumah Warga Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak

Senin, 6 Juli 2026 - 14:37 WIB

LIMA TERDAKWA KORUPSI BSPS SUMENEP HADAPI TUNTUTAN JPU, PUBLIK TUNGGU LANGKAH KEJATI ATAS FAKTA PERSIDANGAN

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:40 WIB

Danrem 084/Bhaskara Jaya Tegaskan Sishankamrata Tetap Jadi Pilar Utama Pertahanan Negara di Sumenep

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:03 WIB

Kades Grujugan Pimpin Kerja Bakti Massal, Benahi Kebersihan Sepanjang Jalan Raya Desa

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:08 WIB

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Berita Terbaru