Dugaan Sabotase Agenda Tembakau, Benturan Rapat Pemkab Sumenep Memunculkan Pertanyaan

- Publisher

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Surat resmi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep (Kiri) dan Surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep (Kanan).

Foto: Surat resmi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep (Kiri) dan Surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep (Kanan).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Penjadwalan dua agenda strategis yang membahas sektor pertembakauan pada hari dan jam yang bersamaan telah menarik perhatian publik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep merencanakan Rapat Penentuan Titik Impas Harga Tembakau Tahun 2026 pada Kamis (30/7/2026) pukul 13.00 WIB di Graha Arya Wiraraja. Sementara itu, pada waktu yang sama, PCNU Sumenep mengadakan Silaturahmi dan Musyawarah Stakeholder Pertembakauan di Kantor PCNU Sumenep.

Keberadaan dua acara ini pada waktu bersamaan menimbulkan kebingungan di kalangan pemangku kepentingan. Keduanya melibatkan unsur penting yang sama, seperti pejabat pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, pelaku usaha tembakau, organisasi masyarakat, dan media. Mengingat bahwa isu tembakau adalah sektor yang sangat berdampak pada ribuan petani di Sumenep, harapan akan terwujudnya sinergi dalam pembahasan kebijakan menjadi tantangan tersendiri.

Publik pun bertanya-tanya: Apakah tumpang tindih agenda ini merupakan hasil dari kurangnya koordinasi dalam penyusunan jadwal, atau ada faktor lain yang mungkin mempengaruhi pemilihan waktu bagi kedua acara ini? Sebagai institusi yang mewakili kebutuhan masyarakat, Pemkab Sumenep seharusnya dapat merencanakan agenda yang tidak hanya relevan, tetapi juga tidak saling bertentangan.

Kondisi ini mengundang perhatian mengenai komitmen pemerintah dalam membangun komunikasi terbuka dan kolaborasi yang efektif dengan seluruh stakeholder di sektor pertembakauan. Forum seperti ini seharusnya berfungsi untuk menyatukan gagasan dan mengembangkan kebijakan yang berpihak kepada petani, bukan mengesankan adanya fragmentasi di antara para pemangku kepentingan.

Upaya media TrendiKabar.com untuk mendapatkan klarifikasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, melalui pesan WhatsApp pada Rabu (29/7/2026) belum membuahkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. Penjelasan dari pemerintah sangat diperlukan untuk menjawab pertanyaan publik dan menjaga kepercayaan terhadap institusi yang mengemban tanggung jawab besar ini.

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango
Polresta Sumenep Periksa Dua Saksi, Dalami Pemicu Dugaan Penganiayaan yang Diduga Berkaitan dengan Perselingkuhan
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Utara Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi
BPRS Bhakti Sumekar Bagi-bagi Mobil hingga Paket Umrah, Hairil Fajar Ajak Masyarakat Tingkatkan Saldo Tabungan
PCNU Sumenep Dorong Lahirnya Raperda Tembakau, Satukan Petani, Pengusaha dan Pemerintah dalam Satu Forum
Semangat Gotong Royong Tak Pernah Padam, Warga Dusun Palegin Swadaya Bangun Jalan Menuju Yayasan Miftahul Ulum

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:27 WIB

BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Polresta Sumenep Periksa Dua Saksi, Dalami Pemicu Dugaan Penganiayaan yang Diduga Berkaitan dengan Perselingkuhan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:26 WIB

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Utara Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru