Semarak Budaya Madura di Pagar Batu, PSI Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Tradisi

- Publisher

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPD PSI Sumenep R. Achmad Djony Tunaidy bersama jajaran saat Kerapan Sapi Hias Pagar Batu.

Foto: Ketua DPD PSI Sumenep R. Achmad Djony Tunaidy bersama jajaran saat Kerapan Sapi Hias Pagar Batu.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Semarak budaya Madura terasa kuat di Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Kegiatan Kerapan Sapi Hias yang digelar Sabtu (5/9/2026) tidak hanya menghadirkan kemeriahan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat tradisi dan memperkuat identitas budaya lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan yang memadukan tradisi, kreativitas, dan kebersamaan tersebut. Kerapan sapi hias menjadi salah satu gambaran bagaimana budaya Madura terus hidup dan diwariskan melalui kegiatan masyarakat.

Di tengah semarak tersebut, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sumenep, R. Achmad Djony Tunaidy, bersama Ketua DPC PSI Kecamatan Rubaru, Niswan, turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Kedatangan jajaran PSI Sumenep disambut langsung oleh Ketua DPC PSI Kecamatan Saronggi, Eko, bersama masyarakat setempat.

Kehadiran PSI Sumenep menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat yang terus menjaga adat dan tradisi lokal. Menurut PSI, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama agar kekayaan budaya Madura tidak tergerus perkembangan zaman.

Kerapan sapi sendiri telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Madura. Selain menjadi hiburan rakyat, tradisi ini juga menjadi ruang berkumpul, bersilaturahmi, serta mempererat hubungan antarmasyarakat.

Sementara itu, Kerapan Sapi Hias memberikan warna tersendiri dalam semarak budaya tersebut. Sapi dihias dengan berbagai ornamen dan dipersiapkan dengan penuh perhatian, menampilkan kreativitas masyarakat sekaligus mempertahankan kekhasan tradisi lokal.

Bagi masyarakat, kemeriahan kerapan sapi hias bukan hanya tentang perlombaan. Di dalamnya terdapat semangat kebersamaan, gotong royong, kreativitas, serta kebanggaan terhadap budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketua DPD PSI Kabupaten Sumenep, R. Achmad Djony Tunaidy, menegaskan bahwa budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat.

“Budaya adalah identitas masyarakat. Karena itu, tradisi seperti kerapan sapi hias harus kita jaga bersama dan dikenalkan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” katanya.

Ia menilai kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat desa memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Generasi muda, kata dia, perlu diberikan ruang untuk mengenal dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan budaya.

“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya Madura dari cerita atau dokumentasi. Mereka juga harus melihat, mengenal dan ikut merasakan bagaimana tradisi itu hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, semarak budaya Madura harus terus dijaga dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui acara seremonial, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan secara berkelanjutan.

DPD PSI Kabupaten Sumenep bersama DPC PSI Kecamatan Saronggi pun menyatakan dukungannya terhadap kegiatan adat dan budaya masyarakat, termasuk Kerapan Sapi Hias di Desa Pagar Batu.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Madura. Sebab, semakin banyak generasi muda mengenal dan terlibat dalam tradisi daerah, semakin besar pula peluang budaya tersebut untuk terus bertahan.

Semarak Kerapan Sapi Hias di Pagar Batu menjadi pengingat bahwa budaya Madura bukan sekadar warisan masa lalu. Ia adalah identitas yang terus hidup, tumbuh, dan diwariskan melalui masyarakat yang masih bangga merawat tradisinya.

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pelapor Apresiasi Satreskrim Polresta Sumenep, SP2HP Ungkap Perkembangan Kasus
Kapolresta Sumenep Salurkan Bansos Gerobak kepada Ibu Penjual Kacang melalui Program Polisi Peduli Pengangguran
Bansos Pangan Tiga Bulan Belum Diterima Warga Arjasa, MP3.S Desak Bulog Buka Suara
Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Nurul Bayan
Dugaan Penggelapan Kapal Rp1,5 Miliar, Sulaisi Desak Polresta Sumenep Usut Tuntas, Jangan Ada Pihak Lolos dari Hukum
Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta
Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara
Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Pelapor Apresiasi Satreskrim Polresta Sumenep, SP2HP Ungkap Perkembangan Kasus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bansos Gerobak kepada Ibu Penjual Kacang melalui Program Polisi Peduli Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Bansos Pangan Tiga Bulan Belum Diterima Warga Arjasa, MP3.S Desak Bulog Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Nurul Bayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Dugaan Penggelapan Kapal Rp1,5 Miliar, Sulaisi Desak Polresta Sumenep Usut Tuntas, Jangan Ada Pihak Lolos dari Hukum

Berita Terbaru