Warga Relokasi Sampah di Arjasa, DLH Sumenep “Tutup Mata”?

- Publisher

Senin, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pemuda dan masyarakat Desa Gelaman bersama FPMG melakukan aksi relokasi sampah secara swadaya di jalan poros Kalinganyar–Gelaman–Pajanangger, Arjasa, Sumenep (6 April 2025).

Foto: Pemuda dan masyarakat Desa Gelaman bersama FPMG melakukan aksi relokasi sampah secara swadaya di jalan poros Kalinganyar–Gelaman–Pajanangger, Arjasa, Sumenep (6 April 2025).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) 6 April 2025 – Ketika tumpukan sampah membusuk di jalan poros Kalinganyar–Gelaman–Pajanangger, satu pertanyaan besar muncul: ke mana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep? Di tengah ketidakpedulian pemerintah, warga dan pemuda Desa Gelaman bergerak sendiri. Bukan sekadar bersih-bersih, ini adalah bentuk perlawanan terhadap pembiaran sistematis oleh lembaga yang seharusnya hadir di garda depan pengelolaan lingkungan.

Gerakan relokasi sampah diprakarsai oleh Forum Pemuda dan Mahasiswa Gelaman (FPMG) dengan dukungan masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga unsur TNI-Polri. Ironisnya, DLH Sumenep yang memiliki anggaran dan kewenangan justru absen total.

“Kami sudah bertahun-tahun bersuara, bahkan audiensi ke pihak-pihak terkait. Tapi hasilnya nihil. Hanya janji-janji manis yang tak pernah diwujudkan,” tegas Syafril, Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Gelaman Peduli Lingkungan.

Sampah yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah kini justru menjadi beban rakyat. Warga tak sekadar mengeluh mereka menyumbang uang, tenaga, dan waktu demi lingkungan yang layak huni.

“Kegiatan ini sepenuhnya hasil swadaya masyarakat. DLH Sumenep gagal total menjalankan fungsinya. Jika tidak mampu, seharusnya ada evaluasi menyeluruh terhadap lembaga ini,” kata Sudiantono, Ketua Umum FPMG.

Kritik keras juga datang dari aktivis lingkungan regional. Bung Darwis dari FABEM Jatim menyebut DLH Sumenep “tidak bertanggung jawab dan lalai terhadap tugas dan kewajibannya.” Ia juga mendesak agar persoalan ini tidak berhenti pada aksi simbolik semata, tapi dibawa ke ranah kebijakan.

Catatan FPMG menunjukkan bahwa relokasi sampah bukan kali ini saja dilakukan. Sejak 2018, inisiatif warga terus menambal lubang kelalaian negara. Namun sampai hari ini, tak ada sistem pengelolaan sampah yang layak di wilayah Arjasa dan sekitarnya.

Pihak DLH Sumenep belum memberikan tanggapan atas aksi relokasi ini maupun kritik yang dilontarkan. Padahal, transparansi publik menuntut mereka menjelaskan: di mana letak tanggung jawab negara ketika warga harus mengurus limbah sendiri?

 

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02 WIB

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:12 WIB

BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Berita Terbaru

Opini

Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura

Kamis, 4 Jun 2026 - 20:59 WIB

Opini

Pancasila yang Saya Temukan di Pinggir Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:11 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB