SUMENEP, Trendikabar.com |– Persiapan menghadapi Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2026 dimaknai RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep bukan sekadar sebagai upaya memenuhi persyaratan administrasi maupun meraih hasil penilaian terbaik. Lebih dari itu, proses akreditasi dijadikan momentum untuk membangun budaya kerja yang semakin profesional, disiplin, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Senin (13/07/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah pembenahan yang melibatkan seluruh unsur rumah sakit, mulai dari jajaran manajemen, tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga unit penunjang pelayanan. Seluruh elemen didorong untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya penerapan standar pelayanan yang berkualitas sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan bahwa akreditasi pada hakikatnya merupakan instrumen evaluasi yang bertujuan memastikan pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan pasien. Oleh sebab itu, seluruh proses persiapan yang dilakukan tidak hanya difokuskan pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada implementasi standar pelayanan di setiap unit kerja.
“Akreditasi bukan hanya berbicara tentang penilaian, melainkan bagaimana rumah sakit mampu membangun sistem pelayanan yang konsisten, aman, dan berkualitas. Nilai terpentingnya adalah perubahan budaya kerja yang berdampak langsung terhadap pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, budaya kerja berkualitas harus tercermin dalam setiap aktivitas pelayanan, mulai dari kedisiplinan petugas, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, komunikasi antarprofesi, hingga kemampuan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis kepada pasien.
Karena itu, berbagai program pembinaan, evaluasi internal, serta peningkatan kompetensi terus dilakukan secara berkesinambungan agar seluruh sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kualitas pelayanan.
Selain memperkuat aspek sumber daya manusia, RSUD dr. H. Moh. Anwar juga terus melakukan pembenahan pada lingkungan kerja, tata kelola pelayanan, serta implementasi indikator mutu yang menjadi bagian penting dalam proses akreditasi. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan yang lebih efektif sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam rangkaian persiapan menuju akreditasi, rumah sakit juga menggelar berbagai kegiatan yang mendorong keterlibatan aktif seluruh unit pelayanan. Salah satunya melalui Lomba Kesiapan Ruangan Menghadapi Akreditasi Tahun 2026, yang menitikberatkan pada aspek kelengkapan dokumen, kebersihan lingkungan, implementasi standar pelayanan, serta inovasi di masing-masing unit kerja.
Menurut dr. Erliyati, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat kolaborasi sekaligus memperkuat kesadaran bahwa peningkatan mutu merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tim akreditasi ataupun jajaran manajemen.
“Budaya kerja yang baik tidak dibangun dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat untuk terus melakukan perbaikan. Jika budaya tersebut telah tumbuh dengan baik, maka kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan meningkat secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan akreditasi sejatinya bukan diukur dari sertifikat yang diperoleh, melainkan dari kemampuan rumah sakit mempertahankan standar pelayanan yang telah diterapkan. Oleh karena itu, seluruh hasil evaluasi nantinya akan dijadikan dasar untuk melakukan penyempurnaan secara berkesinambungan.
Persiapan menuju Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kualitas layanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.***
Penulis : Dafa

























