SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kasus luka pada tangan seorang anak berinisial AA usai pemasangan infus selama tiga hari di Puskesmas Pasongsongan terus menuai perhatian. Setelah harus menjalani tindakan operasi ringan di RSI Kalianget, peristiwa ini kini disorot keras oleh Ketua LSM Karya Anak Bangsa, Ahmad Rijali.
Ahmad Rijali menilai, fakta medis adanya luka melepuh pada bekas infus hingga perlu tindakan bedah ringan tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa dalam layanan kesehatan tingkat puskesmas, terlebih pasien masih anak-anak.
“Ini harus menjadi alarm serius. Ada anak yang tangannya mengalami luka sampai harus dioperasi setelah infus. Publik berhak tahu apakah pengawasan pasien saat infus sudah dilakukan maksimal atau belum,” tegas Ahmad Rijali, Minggu (8/2/2026).
Ia menyoroti keterangan orang tua korban yang mengaku telah mempertanyakan pembengkakan tangan saat infus masih terpasang, namun saat itu disebut sebagai kondisi yang akan membaik. Menurutnya, perbedaan keterangan ini penting ditelusuri secara objektif.
“Di sini letak pentingnya evaluasi. Ketika keluarga sudah menyampaikan keluhan pembengkakan, bagaimana respons medisnya, itu harus dibuka secara terang. Ini bukan menyalahkan, tapi memastikan ada pembelajaran dan perbaikan,” ujarnya.
Ahmad Rijali juga mendesak Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap prosedur penanganan pasien tersebut, termasuk kepatuhan terhadap SOP pemasangan dan pemantauan infus pada pasien anak.
“Kami minta ada audit SOP, evaluasi internal, dan penjelasan terbuka kepada publik. Jika memang semua sudah sesuai prosedur, sampaikan. Jika ada yang perlu diperbaiki, akui dan benahi. Itu yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan agar pengawasan pasien, khususnya anak-anak, dilakukan dengan lebih ketat dan responsif terhadap setiap tanda klinis yang muncul.
Sebagai bentuk dorongan moral agar penanganan kasus ini berjalan transparan, LSM Karya Anak Bangsa berencana menggelar aksi damai di Puskesmas Pasongsongan pada Rabu, 11 Februari 2026.
“Aksi ini untuk mendorong keterbukaan dan tanggung jawab. Tujuannya agar kejadian seperti ini tidak terulang pada pasien lain,” pungkas Ahmad Rijali.
Penulis : Mat Halil/Suri Hariady
Editor : (Red)



























