Ketua LSM Karya Anak Bangsa Sorot Keras Kasus Infus Anak di Puskesmas Pasongsongan: Minta Audit SOP dan Tanggung Jawab Jelas

- Publisher

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua LSM Karya Anak Bangsa Ahmad Rijali saat berpose di Mabes Polri (dok. waktu lalu)

Foto: Ketua LSM Karya Anak Bangsa Ahmad Rijali saat berpose di Mabes Polri (dok. waktu lalu)

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kasus luka pada tangan seorang anak berinisial AA usai pemasangan infus selama tiga hari di Puskesmas Pasongsongan terus menuai perhatian. Setelah harus menjalani tindakan operasi ringan di RSI Kalianget, peristiwa ini kini disorot keras oleh Ketua LSM Karya Anak Bangsa, Ahmad Rijali.

Ahmad Rijali menilai, fakta medis adanya luka melepuh pada bekas infus hingga perlu tindakan bedah ringan tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa dalam layanan kesehatan tingkat puskesmas, terlebih pasien masih anak-anak.

“Ini harus menjadi alarm serius. Ada anak yang tangannya mengalami luka sampai harus dioperasi setelah infus. Publik berhak tahu apakah pengawasan pasien saat infus sudah dilakukan maksimal atau belum,” tegas Ahmad Rijali, Minggu (8/2/2026).

Ia menyoroti keterangan orang tua korban yang mengaku telah mempertanyakan pembengkakan tangan saat infus masih terpasang, namun saat itu disebut sebagai kondisi yang akan membaik. Menurutnya, perbedaan keterangan ini penting ditelusuri secara objektif.

“Di sini letak pentingnya evaluasi. Ketika keluarga sudah menyampaikan keluhan pembengkakan, bagaimana respons medisnya, itu harus dibuka secara terang. Ini bukan menyalahkan, tapi memastikan ada pembelajaran dan perbaikan,” ujarnya.

Ahmad Rijali juga mendesak Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap prosedur penanganan pasien tersebut, termasuk kepatuhan terhadap SOP pemasangan dan pemantauan infus pada pasien anak.

“Kami minta ada audit SOP, evaluasi internal, dan penjelasan terbuka kepada publik. Jika memang semua sudah sesuai prosedur, sampaikan. Jika ada yang perlu diperbaiki, akui dan benahi. Itu yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan agar pengawasan pasien, khususnya anak-anak, dilakukan dengan lebih ketat dan responsif terhadap setiap tanda klinis yang muncul.

Sebagai bentuk dorongan moral agar penanganan kasus ini berjalan transparan, LSM Karya Anak Bangsa berencana menggelar aksi damai di Puskesmas Pasongsongan pada Rabu, 11 Februari 2026.

“Aksi ini untuk mendorong keterbukaan dan tanggung jawab. Tujuannya agar kejadian seperti ini tidak terulang pada pasien lain,” pungkas Ahmad Rijali.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas
Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:12 WIB

BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:06 WIB

Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang

Berita Terbaru

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB

Opini

Dari Counter HP ke Ribuan Orang

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:51 WIB