PAMEKASAN, (TrendiKabar.com) – Dua hari setelah Yayasan Sosial BANI Insan Peduli (BIP) resmi dibubarkan, suasana haru menyelimuti Pendopo Utama Bani Group. Founder BIP, H. Ali Zainal Abidin atau yang akrab disapa Bang Ali, tak mampu menyembunyikan rasa syukur saat menerima kunjungan ulama kharismatik Syaikhon bin Musthofa Al-Bahar, yang lebih dikenal sebagai Wan Sehan.
Di hadapan para relawan dari Sumenep dan Pamekasan, suara Bang Ali beberapa kali bergetar. Kehadiran Wan Sehan yang bahkan berkenan bermalam di kediamannya menjadi penguat batin di tengah ujian yang sedang dihadapi dirinya bersama keluarga.
“Alhamdulillah, ini adalah nikmat yang luar biasa bagi kami. Saya tidak pernah menyangka Habib berkenan hadir, bahkan bermalam di rumah kami. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih,” ungkap Bang Ali.
Dengan penuh ketulusan, Bang Ali mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga tengah menghadapi berbagai cobaan, tudingan, dan fitnah. Namun, ia memilih menjawab semuanya dengan kesabaran, bukan dengan amarah.
“Kami sedang diuji. Saya yakin ini belum berakhir, mungkin masih akan ada ujian-ujian berikutnya. Tetapi saya memilih diam dan bersabar. Saya selalu menyampaikan kepada para relawan agar tetap tenang dan jangan terpancing,” tuturnya.
Menurut Bang Ali, setiap perjuangan yang diniatkan untuk kemaslahatan umat pasti akan diiringi ujian. Ia mengajak seluruh relawan untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW yang tetap teguh meski menghadapi berbagai rintangan.
“Kalau ingin dicintai Allah SWT, pasti akan diuji. Karena itu mari kita tetap kuat, tetap istiqamah, dan jangan berhenti menebar kebaikan,” pesannya.
Usai menerima nasihat dari Wan Sehan, Bang Ali langsung mengumpulkan para relawan. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa pembubaran yayasan bukanlah akhir dari pengabdian kepada masyarakat.
“Nama hanyalah sebuah sebutan. Bunga mawar, meskipun dinamai bunga bangkai, tetap akan memancarkan keharumannya. Begitu pula perjuangan. Yang paling penting bukan nama yayasan, tetapi manfaat yang kita berikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wan Sehan juga memberikan sebuah isyarah berupa simbol Garuda. Bang Ali memaknai isyarah itu sebagai akronim “Gali Ruh dalam Dada”, yakni ajakan untuk menggali kembali kekuatan iman, keikhlasan, dan keberanian dalam melanjutkan perjuangan kemanusiaan.
“Garuda bukan sekadar simbol. Bagi saya, itu adalah pengingat agar kita terus menggali ruh perjuangan di dalam dada, tetap berjalan di atas kebenaran, keadilan, dan keikhlasan,” jelasnya.
Sejak berdiri pada 2023, BANI Insan Peduli dikenal aktif menjalankan berbagai program sosial bagi anak yatim, kaum dhuafa, lansia, hingga masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, Bang Ali menegaskan bahwa berakhirnya sebuah badan hukum tidak boleh menghentikan semangat untuk terus berbagi.
“Dengan hadirnya sinyal kebaikan ini, saya pribadi pantang untuk mundur. Gerakan kebaikan harus terus berjalan. Yang boleh berakhir hanyalah nama sebuah yayasan, tetapi kepedulian kepada sesama tidak boleh ikut padam,” tegas Bang Ali disambut haru para relawan.
Di penghujung sambutannya, Bang Ali menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan dan sahabat perjuangan yang tetap setia mendampingi di tengah masa-masa sulit. Ia juga memohon doa agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keteguhan hati kepada dirinya, keluarga, serta seluruh relawan.
“Terima kasih kepada semua yang masih bersama kami. Mohon doanya agar kami diberi kekuatan, diberi keteguhan hati, dan tetap bisa terus berbuat baik kepada sesama,” tutupnya.
Silaturahmi yang berlangsung penuh kehangatan itu ditutup dengan doa bersama. Di tengah ujian yang masih membentang, pertemuan tersebut menghadirkan satu pesan yang terus bergema di hati para relawan: sebuah yayasan boleh saja berakhir karena keputusan administratif, tetapi semangat kepedulian, keikhlasan, dan pengabdian kepada sesama tidak boleh ikut berhenti.
Editor : (Red)

























