Diduga Ada Pungutan Liar di Puskesmas Pandian, Pasien Pertanyakan Prosedur Pelayanan

- Publisher

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tampak depan Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, pada malam hari.

Foto: Tampak depan Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, pada malam hari.

 

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Dugaan praktik pungutan liar mencuat di Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota Sumenep. Seorang pasien, yang enggan disebutkan namanya, mengaku diminta membayar biaya sebesar Rp40.000 oleh salah satu petugas berinisial “I” saat menjalani pemeriksaan telinga.

Peristiwa tersebut bermula ketika pasien datang untuk memeriksakan telinganya karena merasa ada benda asing yang masuk. Menurut pengakuannya, petugas langsung melakukan tindakan dan menyampaikan bahwa ada biaya pemeriksaan sebesar Rp40.000.

“Saya kaget karena diminta bayar. Tapi karena tidak enak, saya langsung bayar ke petugasnya,” ujar pasien tersebut, Kamis (10/4/2025).

Yang membuat pasien curiga, tidak ada permintaan identitas maupun bukti pembayaran resmi dari pihak Puskesmas. Bahkan, saat ia kembali di hari yang sama untuk mempertanyakan hal itu dan membawa identitas, petugas yang sama menyatakan bahwa namanya tidak terdaftar di sistem Puskesmas Pandian, melainkan di Puskesmas Pamolokan.

“Lalu kenapa saat saya datang dan diperiksa, tidak diminta identitas sama sekali?” tambahnya.

Pasien menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan biaya yang dikeluarkan, meskipun sebagai pasien umum. Namun, ia mempertanyakan mekanisme pelayanan yang dijalankan. Ia heran karena saat pertama kali datang tidak diminta identitas, dan setelah pemeriksaan tidak diberikan bukti pembayaran.

“Saya kembali lagi sambil membawa identitas. Barulah saat itu saya diminta menunjukkan KTP oleh petugas berinisial ‘I’,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Pandian, dr. Fatimatul Insyoniyah, menyatakan bahwa pasien tidak membawa KTP atau KK saat berobat. Namun, ia membantah bahwa petugas tidak meminta identitas pasien.

“Setiap pasien wajib menunjukkan identitas. Kalau tidak membawa, tentu akan sulit masuk ke sistem,” ujarnya.

Ia juga mengklaim bahwa prosedur pembayaran sudah sesuai dengan Peraturan Bupati. Namun, hal ini dipertanyakan karena pasien tidak menerima bukti pembayaran resmi setelah pemeriksaan.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan kesaksian pasien, yang menegaskan bahwa sejak awal hingga pemeriksaan selesai, ia tidak diminta menunjukkan KTP maupun KK.

Hingga berita ini ditulis, pihak Puskesmas belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait bukti pembayaran dan rincian layanan yang dikenakan biaya Rp40.000 tersebut.

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02 WIB

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Berita Terbaru

Opini

Pancasila yang Saya Temukan di Pinggir Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:11 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB