Dituding Jadi Kaki Tangan Mafia Kasus, Kasat Reskrim Polres Sumenep Didemo Warga: “Polres Bukan Lagi Milik Rakyat!”

- Publisher

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Massa dari Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, Kamis (7/8/2025), menuntut pencopotan Kasat Reskrim yang diduga terlibat praktik mafia kasus.

Foto: Massa dari Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, Kamis (7/8/2025), menuntut pencopotan Kasat Reskrim yang diduga terlibat praktik mafia kasus.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) menggeruduk Mapolres Sumenep, Kamis (7/8/2025). Mereka menuntut pencopotan Kasat Reskrim Polres Sumenep yang dituding telah menjadi perpanjangan tangan elite politik dan mafia kasus.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung damai namun penuh semangat itu dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan AMSP, Nurrahmat. Dengan orasi lantang dan poster-poster bernada kritik, massa menuding institusi penegak hukum tersebut telah berpaling dari rakyat.

“Kami tidak datang membawa ancaman, kami datang menuntut pertanggungjawaban. Kapolri sendiri bilang: ikan busuk mulai dari kepala. Kalau kepala institusinya kotor, jangan harap ekornya bersih!” teriak Nurrahmat dalam orasinya.

Ia menilai, Polres Sumenep hari ini telah berubah fungsi menjadi “kantor cabang kepentingan elite” baik elite politik maupun pemilik modal. Lebih jauh, ia mengungkapkan dugaan adanya praktik “setoran rutin” yang melibatkan oknum perwira polisi dalam berbagai kasus mandek.

Dugaan Setoran hingga Rp250 Juta

Dalam orasinya, Nurrahmat membeberkan sejumlah dugaan transaksi ilegal yang diduga melibatkan oknum di jajaran Polres Sumenep. Mulai dari suap dalam kasus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), aktivitas galian C dan BBM ilegal, hingga rokok tanpa cukai.

“Ada penyidik yang kami duga menerima Rp250 juta dari kasus BSPS. Galian C dan BBM ilegal dikoordinasi oknum Kanit berinisial RN. Rokok ilegal? Lewat anggota Resmob berinisial D. Bahkan ada kepala desa yang rutin setor Rp25 juta per bulan,” tudingnya.

Kasus Korupsi Mangkrak

Tak hanya itu, AMSP juga menyoroti sejumlah laporan dugaan korupsi yang hingga kini tak jelas ujungnya. Beberapa di antaranya ialah kasus dugaan korupsi Bank Jatim dengan nilai kerugian Rp20 juta dan kasus tunjangan profesi guru tahun 2020–2021 yang dilaporkan sejak 2023.

“Semua kasus itu seolah hilang ditelan bumi. Tidak ada proses hukum yang transparan,” imbuh Nurrahmat.

Empat Tuntutan Resmi ke Kapolda dan Mabes Polri

Dalam aksi tersebut, AMSP menyampaikan empat tuntutan resmi kepada Kapolda Jawa Timur dan Mabes Polri:

1. Mencopot Kasat Reskrim Polres Sumenep.

2. Mengaudit total seluruh kinerja penanganan kasus di Polres Sumenep.

3. Membentuk tim khusus dari Mabes Polri untuk mengusut dugaan jaringan setoran ilegal.

4. Memproses semua laporan korupsi yang mandek secara transparan dan terbuka.

“Kalau suara rakyat terus dibungkam, kami akan datang lagi dengan jumlah lebih besar. Jangan uji kesabaran rakyat kecil,” tegas Nurrahmat menutup orasi.

Hingga berita ini diturunkan, demonstrasi masih berlangsung dengan penjagaan ketat aparat. AMSP berencana menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

 

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius
Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan
Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman
Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pendidikan

IMI Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Kampus

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:07 WIB

Hukum & Kriminal

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Senin, 5 Okt 2026 - 01:42 WIB