SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kisah perjuangan menyelamatkan nyawa ibu muda kembali datang dari kepulauan Sumenep. Seorang remaja berusia 19 tahun, Ny. F, asal Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, harus menjalani rujukan darurat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep setelah mengalami komplikasi saat persalinan, Jum’at (29/8/2025).
Sejak pagi, Ny. F merasakan mulas sebagai tanda akan melahirkan. Ia sempat dibawa ke Puskesmas setempat sekitar pukul 05.00 WIB. Namun kondisinya memburuk, tekanan darahnya melonjak hingga 160/90 mmHg, dan pada pukul 14.00 WIB ia mengalami kejang.
Melihat kondisi darurat tersebut, tenaga medis memutuskan untuk segera merujuk pasien ke RSUD Sumenep. Pada pukul 17.30 WIB, pasien diberangkatkan dari Pulau Sapudi menggunakan perahu motor dengan peralatan medis seadanya. Ia didampingi keluarganya serta tiga bidan desa: Sri Wahyuni, Amd.Keb., Afda Ristiana, Amd.Keb., dan Yusrifatul Laili, Amd.Keb.
Perjalanan laut memakan waktu sekitar tiga jam hingga tiba di Pelabuhan Dungkek pukul 20.30 WIB. Namun sesampainya di daratan, pasien kembali mengalami kejang dan harus mendapatkan perawatan darurat di Puskesmas Dungkek. Setelah beberapa jam kondisinya agak membaik, rujukan ke RSUD dilanjutkan.
Pasien akhirnya tiba di RSUD Sumenep pukul 22.00 WIB. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, Ny. F kembali mengalami kejang sehingga langsung mendapat penanganan medis intensif.
Peristiwa ini menjadi potret nyata betapa beratnya perjuangan ibu hamil di wilayah kepulauan Sumenep. Jarak, keterbatasan fasilitas, dan ganasnya laut kerap menjadi tantangan besar saat ibu hamil membutuhkan penanganan medis cepat dan modern.
Editor : (Red)



























