SUMENEP, TrendiKabar.com – RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui pemantauan dan evaluasi indikator mutu secara berkala. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat terus berkembang dan mampu mengikuti standar mutu pelayanan kesehatan yang semakin dinamis.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui publikasi capaian Indikator Mutu Triwulan III, yang disampaikan pada Senin (14/07/2026). Publikasi ini menjadi wujud transparansi rumah sakit sekaligus sarana evaluasi internal guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan di seluruh unit kerja.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan bahwa indikator mutu memiliki peran penting dalam mengukur efektivitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, setiap data yang dihimpun bukan hanya menjadi bahan laporan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan agar pelayanan rumah sakit terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.
“Indikator mutu memberikan gambaran nyata mengenai kualitas pelayanan yang kami berikan. Dari hasil evaluasi tersebut, kami dapat mengetahui aspek yang telah berjalan optimal sekaligus menyusun strategi untuk meningkatkan pelayanan pada indikator yang masih memerlukan perhatian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya didukung oleh fasilitas maupun sumber daya manusia yang kompeten. Evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan juga menjadi faktor penting agar setiap proses pelayanan dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
Melalui pemantauan indikator mutu, RSUD dr. H. Moh. Anwar menilai berbagai aspek pelayanan, mulai dari kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur keselamatan pasien, penggunaan alat pelindung diri (APD), identifikasi pasien, ketepatan pelaksanaan prosedur operasi, hingga tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima. Selain itu, rumah sakit juga memantau waktu tunggu pelayanan serta response time dokter sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah indikator telah mencapai capaian yang baik. Kepatuhan penggunaan APD tercatat sebesar 98,61 persen, kepatuhan identifikasi pasien 96,79 persen, serta kepatuhan pelaksanaan time out operasi mencapai 96,12 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan pasien berada pada angka 89,35 persen, yang menjadi salah satu parameter penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit.
Menurut dr. Erliyati, capaian tersebut tidak membuat rumah sakit berpuas diri. Sebaliknya, seluruh hasil evaluasi dijadikan dasar untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan agar kualitas pelayanan terus meningkat sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pelayanan kesehatan harus terus berkembang. Karena itu, setiap indikator mutu kami jadikan pijakan untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, serta mempertahankan hal-hal yang sudah berjalan baik. Dengan cara inilah pelayanan kepada masyarakat akan terus mengalami peningkatan,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan seluruh pegawai menjadi faktor utama dalam mewujudkan peningkatan mutu pelayanan. Budaya evaluasi yang dibangun di lingkungan rumah sakit diharapkan mampu menumbuhkan semangat kolaborasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui pemanfaatan indikator mutu sebagai instrumen evaluasi, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Rumah sakit optimistis bahwa evaluasi yang dilakukan secara konsisten akan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.***
Penulis : Dafa

























