SURABAYA, (TrendiKabar.com) — Peringatan 1st Anniversary Bani Insan Peduli (BIP) di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu malam (6/12/2025), tidak hanya menjadi acara seremonial. Ia berubah menjadi ruang refleksi yang menghangatkan hati, mengingatkan bahwa dari sebuah duka yang dalam, bisa tumbuh gerakan kemanusiaan yang besar. Tema “Kita adalah Keluarga, bukan karena darah tetapi karena hati yang saling terikat” terasa hidup sepanjang acara berlangsung.
Dalam sambutannya, CEO BIP Ali Zainal Abidin kembali membuka kisah lahirnya gerakan ini. Semuanya bermula dari kepergian ibunda tercinta, Ainun Bani, pada 23 Desember 2024. Saat Ali mengenang hari itu, ruangan seketika sunyi. Seakan seluruh tamu ikut kembali pada momen kehilangan tersebut. Beberapa hadirin tampak menahan haru, sebagian lainnya mengusap mata sebuah tanda bahwa kisah itu menyentuh banyak hati.
Ali menyampaikan betapa besarnya penghormatan masyarakat kepada almarhumah. Tahlil pertama dihadiri 700 orang, tahlil kedua lebih dari 1.000, lalu membludak hingga 14.000 orang pada hari ketujuh. Puncaknya, tahlil 40 hari dihadiri sekitar 35.000 orang. Bagi keluarga, jumlah itu bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa kebaikan ibunda tercinta semasa hidup telah meninggalkan jejak mendalam.
“Melihat semua itu, kami membentuk tim kecil sekitar 10 orang dan bermusyawarah dengan keluarga besar. Kami sepakat bahwa anggaran tahlil ibu kami dialihkan untuk memperkuat gerakan sosial BIP,” tutur Ali penuh ketulusan.
Keputusan itu menjadi titik balik. Sejak saat itu, keluarga besar Bani Insan Peduli memutuskan untuk tidak lagi mengadakan tahlil atau haul besar. Seluruh anggaran dialihkan menjadi program bantuan sosial yang berkelanjutan. Dari langkah kecil tersebut, kini BIP mampu menyalurkan sekitar 6.000 paket sembako setiap bulan.
Ali juga mengungkap bahwa ia bersama istrinya, Fitri, telah sepakat menyerahkan seluruh hasil usaha mereka untuk kegiatan BIP.
“Apapun usaha kami, 100 persen kami niatkan untuk Bani Insan Peduli,” ucapnya, disambut tepuk tangan hangat para tamu.
Selain bergerak dalam sedekah, BIP juga memperkuat kemandirian melalui unit-unit usaha. Dua minggu terakhir, BIP meluncurkan toko emas ‘88 Gold’ di Pamekasan, di mana seluruh keuntungan dialokasikan untuk operasional sosial dan memperluas jangkauan program kemanusiaan.
Di hadapan para undangan, Ali kembali menegaskan bahwa BIP tidak memiliki agenda politik apa pun.
“Hakikat BIP bukan untuk kepentingan politik. Kami tidak berniat menjadi dewan, bupati, ataupun wali kota,” tegasnya. “Tujuan kami hanya ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk ikut dalam gerakan kebaikan.”
Ia juga menambahkan pesan penting yang diyakininya sejak awal perjalanan BIP: bahwa harta orang yang bersedekah tidak akan berkurang.
“Sedekah itu tidak akan mengurangi apa pun. Justru Allah akan mengganti dengan cara yang tidak pernah kita duga,” ujarnya, membuat suasana kembali hening penuh perenungan.
Menutup sambutannya, Ali memanjatkan doa agar seluruh tamu diberi kesehatan, kelapangan rezeki, dan dijadikan hamba yang ringan tangan dalam berbagi. Rangkaian 1 Anniversary BIP yang digelar pada 6–7 Desember 2025 juga dipenuhi kegiatan positif seperti Gowes BIP, Jalan-Jalan Sehat (JJS), ramah tamah, serta berbagi kepada sesama melengkapi makna bahwa ulang tahun pertama ini bukan sekadar perayaan, melainkan peneguhan komitmen untuk terus menebar manfaat.
Penulis : Harnawi
Editor : (Red)



























