Empat Tahun Tanpa Dampak, PMII UPI Sumenep Desak DPRD Audit Total Pusat Informasi KKKS

- Publisher

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Audiensi PMII UPI Sumenep bersama Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep membahas evaluasi Pusat Informasi KKKS.

Foto: Audiensi PMII UPI Sumenep bersama Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep membahas evaluasi Pusat Informasi KKKS.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Keberadaan Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kabupaten Sumenep kembali dipertanyakan. Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar audiensi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Senin (15/12/2025), untuk menyoroti mandeknya fungsi lembaga tersebut yang dinilai tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Audiensi yang berlangsung di ruang Komisi II DPRD Sumenep itu diikuti sekitar 15 mahasiswa dan diterima oleh empat anggota Komisi II. PMII menilai Pusat Informasi KKKS yang telah berdiri sejak 2021 belum menjalankan peran strategisnya sebagai pusat penyampaian informasi kegiatan hulu migas di daerah.

Koordinator lapangan PMII UPI Sumenep, Moh. Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali melakukan upaya klarifikasi, baik melalui aksi demonstrasi maupun permintaan penjelasan langsung. Namun hingga kini, menurutnya, tidak ada kejelasan mengenai kinerja Pusat Informasi KKKS.

“Kami mempertanyakan apakah DPRD, khususnya Komisi II, benar-benar melakukan pengawasan. Sebab secara faktual, pusat informasi KKKS tidak menunjukkan kerja yang bisa dirasakan masyarakat,” ujar Hidayat.

Ia menegaskan bahwa ketidaksesuaian antara tugas dan pelaksanaan di lapangan mengindikasikan perlunya evaluasi serius. Terlebih, Pusat Informasi KKKS berada di bawah pengelolaan BUMD PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) yang mendapat mandat dari pemerintah daerah.

Senada dengan itu, Ketua Komisariat PMII UPI Sumenep, Diky Alamsyah, menilai keberadaan Pusat Informasi KKKS justru gagal menjembatani arus informasi antara perusahaan migas dan masyarakat terdampak.

“Selama empat tahun berjalan, tidak ada dampak positif yang dirasakan. Informasi hulu migas tidak tersampaikan dengan baik, sehingga berpotensi memicu disinformasi dan konflik sosial, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kangean,” tegasnya.

PMII menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, mengingat aktivitas hulu migas memiliki dampak langsung terhadap lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.

Menanggapi tuntutan tersebut, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Agus Harianto, mengakui bahwa kekayaan sumber daya alam di Sumenep belum berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

“Sumenep memiliki sumber daya alam, tetapi manfaatnya belum dirasakan secara optimal oleh rakyat. Kami akan memanggil Kepala Bagian Perekonomian dan Direktur PT WUS untuk mengevaluasi kinerja Pusat Informasi KKKS,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Abd. Rahman, menyatakan kesiapan lembaganya untuk mengawal aspirasi mahasiswa hingga tuntas. Ia berkomitmen akan memanggil Pemerintah Kabupaten Sumenep, PT WUS, dan SKK Migas guna duduk bersama membahas persoalan tersebut secara terbuka.

“Kami akan melayangkan surat resmi kepada pihak-pihak terkait agar persoalan Pusat Informasi KKKS ini dibahas secara serius dan transparan,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, PMII UPI Sumenep menyampaikan lima tuntutan utama, yakni pengawasan masif terhadap BUMD pengelola, audit menyeluruh atas kinerja Pusat Informasi KKKS, evaluasi total oleh pemerintah daerah, komitmen pengawalan bersama DPRD, serta aksi lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.

PMII menegaskan, persoalan Pusat Informasi KKKS bukan sekadar isu kelembagaan, melainkan menyangkut hak masyarakat atas informasi yang jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB