Penolakan Yon TP di Silo Menguat, Mahasiswa Soroti Bayang-Bayang Militerisasi dan Ancaman Konflik Agraria

- Publisher

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, (TrendiKabar.com) – Rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Desa Silo, Kecamatan Silo, mulai memicu gelombang penolakan. Gerakan Mahasiswa Mulyorejo (GMM) bersama sejumlah warga menilai proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas pertahanan, melainkan berpotensi membuka ruang militerisasi di wilayah sipil.

Penolakan itu muncul setelah beredarnya narasi yang menyebut masyarakat Silo “seharusnya merasa beruntung” karena wilayahnya dilirik pemerintah pusat untuk pembangunan Yon TP. Bagi GMM, narasi tersebut dinilai problematis dan terkesan menempatkan masyarakat hanya sebagai objek kebijakan.

“Masyarakat tidak membutuhkan glorifikasi kehadiran militer, tetapi kepastian tata kelola yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat,” demikian isi pernyataan sikap GMM.

Kelompok mahasiswa tersebut juga menyoroti dugaan minimnya pelibatan masyarakat dalam rencana pembangunan batalyon. Mereka menilai pendekatan yang berjalan tanpa ruang dialog publik berpotensi melahirkan ketegangan sosial baru di tengah warga.

Tak hanya itu, alasan pembangunan demi keamanan, ketertiban, hingga pembangunan ekonomi disebut tidak memiliki pijakan yang kuat. GMM menegaskan urusan keamanan sipil merupakan domain aparat kepolisian, bukan justru memperluas peran militer ke ruang-ruang masyarakat.

Kekhawatiran lain muncul karena wilayah Silo selama ini dikenal memiliki sejarah panjang konflik sumber daya alam dan perebutan ruang hidup masyarakat. Karena itu, kehadiran batalyon dinilai rawan memunculkan tekanan baru terhadap petani dan warga yang selama ini mempertahankan lahannya.

Alih-alih menghadirkan kesejahteraan, proyek tersebut justru dikhawatirkan mempersempit ruang kritik dan dialog masyarakat sipil.

Atas dasar itu, GMM mendesak Kementerian Pertahanan membatalkan rencana pembangunan Yon TP di Desa Silo serta meminta Pemerintah Kabupaten Jember tidak tinggal diam terhadap penolakan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait penolakan tersebut.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Gandeng Baznas, 66 Rumah Warga Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak
Danrem 084/Bhaskara Jaya Tegaskan Sishankamrata Tetap Jadi Pilar Utama Pertahanan Negara di Sumenep
Respons Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta
Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Mendalam dan Kecam Insiden Pembakaran Pesawat AMA
Kades Grujugan Pimpin Kerja Bakti Massal, Benahi Kebersihan Sepanjang Jalan Raya Desa
Taat Bayar Pajak, Warga Batang-Batang Sumenep Diganjar Hadiah Umroh
Digitalisasi Desa Beluk Kenek: Membangun Kesejahteraan dari Akar Rumput melalui Transformasi Sosial
Soroti Ketidakhadiran Nia Kurnia Fauzi, PPI Beri Ultimatum 3×24 Jam kepada BK DPRD Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemkab Sumenep Gandeng Baznas, 66 Rumah Warga Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:40 WIB

Danrem 084/Bhaskara Jaya Tegaskan Sishankamrata Tetap Jadi Pilar Utama Pertahanan Negara di Sumenep

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:33 WIB

Respons Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:25 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Mendalam dan Kecam Insiden Pembakaran Pesawat AMA

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:03 WIB

Kades Grujugan Pimpin Kerja Bakti Massal, Benahi Kebersihan Sepanjang Jalan Raya Desa

Berita Terbaru