Fenomena Cerai Gugat di Kediri Kian Meningkat, Praktisi Hukum Soroti Lemahnya Peran Lembaga dan Tokoh Masyarakat

- Publisher

Jumat, 4 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN KEDIRI, (TrendiKabar.com) – Tren cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh pihak istri di Kabupaten Kediri menunjukkan peningkatan signifikan selama 15 tahun terakhir. Data dari Pengadilan Agama Kabupaten Kediri mencatat bahwa sejak 2009 hingga 2024, angka cerai gugat terus melonjak. Fenomena ini bukan hanya persoalan hukum semata, melainkan mencerminkan perubahan sosial yang kompleks dan multidimensi.

Penelitian Puslitbang Kehidupan Keagamaan menunjukkan bahwa alasan cerai gugat tidak bisa disederhanakan. Banyak pasangan, khususnya dari kalangan bawah dan kurang terdidik, menganggap perceraian sebagai jalan keluar instan dari tekanan hidup, tanpa memahami dampak jangka panjangnya.

Dampak globalisasi, industrialisasi, dan perkembangan teknologi informasi khususnya media sosial ikut mempercepat pergeseran budaya dan melemahnya ikatan sosial dalam rumah tangga. Perkawinan tidak lagi dianggap sakral, peran tokoh agama dan adat melemah, sistem kekerabatan longgar, dan budaya gotong royong mulai luntur.

Praktisi hukum Dedy Luqman Hakim, S.H., Ketua LBH Cakra Tirta Mustika (CAKRAM) Kediri Raya, menilai bahwa kesetaraan gender dan perubahan peran ekonomi dalam rumah tangga menjadi salah satu pemicu cerai gugat.

“Saat ini banyak perempuan yang lebih mapan secara finansial dibandingkan suaminya. Mereka merasa berhak menentukan arah hidupnya, termasuk memutuskan untuk bercerai,” ungkap Dedy.

Namun, Dedy juga menyoroti lemahnya respon institusi formal seperti Kantor Urusan Agama (KUA) dan Pengadilan Agama (PA). Minimnya koordinasi antara kedua lembaga ini menyebabkan isu perkawinan dan perceraian menjadi sektoral dan tidak utuh. Ia menilai BP4 dan mediator di PA belum maksimal menjalankan fungsi mediasi.

Di sisi lain, Fadli Alvian Rozaki, S.H., M.H., praktisi hukum yang juga aktif dalam advokasi keluarga, menegaskan perlunya penguatan sistem sosial dan kelembagaan untuk menekan laju perceraian.

“Tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh keluarga perlu diperkuat fungsinya. Selain itu, penyuluhan hukum harus diaktifkan kembali, dan BP4 perlu direvitalisasi,” tegas Fadli.

Fadli juga mendorong adanya integrasi data antar instansi seperti Badilag, Kemenag, dan Dukcapil untuk memahami akar masalah perceraian secara komprehensif. Ia juga mengusulkan revisi terhadap sejumlah regulasi, termasuk perlindungan hukum terhadap perempuan dan peninjauan kebijakan pengiriman TKW ke luar negeri yang sering menjadi pemicu retaknya rumah tangga.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Manusia yang Paling Dibenci Iblis, Pesan Menyentuh Founder BIP Bang Ali Saat Resmikan Bedah Rumah Ibu Maryani
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
813 Warga Desa Essang Terima Bantuan Sembako, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat
La Tahzan, Innallaha Ma’ana: Di Balik Jeruji yang Dingin, Allah Masih Menyalakan Harapan
Founder BIP Foundation H. Ali Zainal Abidin: “Jika Ingin Dekat Rasulullah, Muliakan Anak Yatim”
Usai Tour Kemanusiaan dan Qurban, BIP Tancap Gas Lagi! Kini Sentuh Warga Binaan Lapas Pamekasan dalam “Kolaborasi Kepedulian”
Digitalisasi Desa Beluk Kenek: Membangun Kesejahteraan dari Akar Rumput melalui Transformasi Sosial
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:50 WIB

Manusia yang Paling Dibenci Iblis, Pesan Menyentuh Founder BIP Bang Ali Saat Resmikan Bedah Rumah Ibu Maryani

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:52 WIB

813 Warga Desa Essang Terima Bantuan Sembako, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:10 WIB

La Tahzan, Innallaha Ma’ana: Di Balik Jeruji yang Dingin, Allah Masih Menyalakan Harapan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:29 WIB

Founder BIP Foundation H. Ali Zainal Abidin: “Jika Ingin Dekat Rasulullah, Muliakan Anak Yatim”

Berita Terbaru