Perjuangan Nyawa di Laut: Remaja 19 Tahun Asal Sapudi Dirujuk ke RSUD Sumenep dalam Kondisi Kritis

- Publisher

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Seorang pasien asal Pulau Sapudi dirujuk ke RSUD Sumenep dengan peralatan medis seadanya menggunakan perahu, didampingi keluarga dan bidan desa.

Foto: Seorang pasien asal Pulau Sapudi dirujuk ke RSUD Sumenep dengan peralatan medis seadanya menggunakan perahu, didampingi keluarga dan bidan desa.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kisah perjuangan menyelamatkan nyawa ibu muda kembali datang dari kepulauan Sumenep. Seorang remaja berusia 19 tahun, Ny. F, asal Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, harus menjalani rujukan darurat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep setelah mengalami komplikasi saat persalinan, Jum’at (29/8/2025).

Sejak pagi, Ny. F merasakan mulas sebagai tanda akan melahirkan. Ia sempat dibawa ke Puskesmas setempat sekitar pukul 05.00 WIB. Namun kondisinya memburuk, tekanan darahnya melonjak hingga 160/90 mmHg, dan pada pukul 14.00 WIB ia mengalami kejang.

Melihat kondisi darurat tersebut, tenaga medis memutuskan untuk segera merujuk pasien ke RSUD Sumenep. Pada pukul 17.30 WIB, pasien diberangkatkan dari Pulau Sapudi menggunakan perahu motor dengan peralatan medis seadanya. Ia didampingi keluarganya serta tiga bidan desa: Sri Wahyuni, Amd.Keb., Afda Ristiana, Amd.Keb., dan Yusrifatul Laili, Amd.Keb.

Perjalanan laut memakan waktu sekitar tiga jam hingga tiba di Pelabuhan Dungkek pukul 20.30 WIB. Namun sesampainya di daratan, pasien kembali mengalami kejang dan harus mendapatkan perawatan darurat di Puskesmas Dungkek. Setelah beberapa jam kondisinya agak membaik, rujukan ke RSUD dilanjutkan.

Pasien akhirnya tiba di RSUD Sumenep pukul 22.00 WIB. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, Ny. F kembali mengalami kejang sehingga langsung mendapat penanganan medis intensif.

Peristiwa ini menjadi potret nyata betapa beratnya perjuangan ibu hamil di wilayah kepulauan Sumenep. Jarak, keterbatasan fasilitas, dan ganasnya laut kerap menjadi tantangan besar saat ibu hamil membutuhkan penanganan medis cepat dan modern.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Madura Ethnic Carnival Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Pelestarian Budaya
Piala AF Sport U-17 Buka Ruang Kompetisi bagi Pemain Muda Sumenep
Redaksi TrendiKabar.com Silaturahmi dengan Kapolresta Sumenep, Perkuat Sinergitas dan Kemitraan
Mobil Rental M 1401 TS Berujung Polemik, Oknum Kades AM Terseret, Rp10,85 Juta Belum Tuntas
Investasi Dapur MBG Rp288,9 Juta Berujung Laporan Polisi, Klaim 37 Dapur Dipertanyakan
Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Ritual Tatorbangan di Desa Torbang
Bukan Sekadar Membeli Emas, Bang Ali Ingin Transaksi Menjadi Cahaya bagi Yatim dan Dhuafa
Dari Rp1.000 Memungut Bola Tenis hingga Central 88, Bang Ali Jadikan Bisnis sebagai Jalan Berbagi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:58 WIB

Madura Ethnic Carnival Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Pelestarian Budaya

Senin, 21 September 2026 - 13:48 WIB

Piala AF Sport U-17 Buka Ruang Kompetisi bagi Pemain Muda Sumenep

Kamis, 17 September 2026 - 12:44 WIB

Redaksi TrendiKabar.com Silaturahmi dengan Kapolresta Sumenep, Perkuat Sinergitas dan Kemitraan

Kamis, 17 September 2026 - 12:32 WIB

Mobil Rental M 1401 TS Berujung Polemik, Oknum Kades AM Terseret, Rp10,85 Juta Belum Tuntas

Senin, 14 September 2026 - 10:42 WIB

Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Ritual Tatorbangan di Desa Torbang

Berita Terbaru