PMII UNIBA Madura Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung

- Publisher

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PMII UNIBA Madura menyampaikan pernyataan sikap di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Minggu malam (11/1/2026).

Foto: PMII UNIBA Madura menyampaikan pernyataan sikap di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Minggu malam (11/1/2026).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menyatakan sikap tegas menolak wacana penyelenggaraan Pilkada tidak langsung melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pada Minggu malam (11/1/2026).

Sikap tersebut disampaikan PMII UNIBA Madura sebagai bentuk komitmen menjaga prinsip kedaulatan rakyat dan demokrasi partisipatif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ketua Komisariat PMII UNIBA Madura, Tijanuz Zaman, menjelaskan bahwa Pilkada langsung merupakan instrumen konstitusional yang menjamin keterlibatan rakyat secara langsung dalam menentukan kepemimpinan daerah serta menjadi sarana akuntabilitas bagi kepala daerah terpilih.

Menurutnya, wacana Pilkada tidak langsung berpotensi menggeser prinsip partisipasi publik ke arah mekanisme elitis yang tertutup. Selain itu, sistem tersebut dinilai rawan konflik kepentingan, transaksi politik, serta dapat melemahkan legitimasi kepala daerah, khususnya di daerah dengan struktur sosial dan politik yang belum sepenuhnya setara.

“Persoalan utama dalam pelaksanaan Pilkada bukan pada mekanismenya, melainkan pada praktik politik uang, rendahnya kualitas partisipasi pemilih, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum,” ujar Tijanuz.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas demokrasi seharusnya ditempuh melalui penguatan regulasi, pendidikan politik, pengawasan pemilu, serta penegakan hukum yang tegas, bukan dengan membatasi hak politik warga negara.

Dalam pernyataan sikapnya, PMII UNIBA Madura menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menolak penerapan Pilkada tidak langsung melalui DPRD, mendesak DPRD Kabupaten Sumenep agar merekomendasikan kepada DPR RI dan pemerintah pusat untuk mempertahankan mekanisme Pilkada langsung, serta mendorong perumusan kebijakan kepemiluan yang transparan dan inklusif dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi kepemudaan.

PMII UNIBA Madura menegaskan komitmennya untuk terus mengawal demokrasi lokal agar tetap berpihak pada kepentingan publik serta menjaga kedaulatan rakyat.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius
Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan
Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman
Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pendidikan

IMI Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Kampus

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:07 WIB

Hukum & Kriminal

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Senin, 5 Okt 2026 - 01:42 WIB