Pengemis “Bercangkul” di Bangselok Meresahkan Warga, Satpol PP Sumenep Diharapkan Bertindak

- Publisher

Rabu, 12 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Seorang pengemis yang membawa cangkul meresahkan warga.

Foto : Seorang pengemis yang membawa cangkul meresahkan warga.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Seorang pengemis yang kerap muncul di kawasan Bangselok, Sumenep, beberapa hari terakhir meresahkan warga. Pengemis tersebut, yang membawa cangkul, dikabarkan bersikap tidak kooperatif dan bahkan terkesan menantang ketika diminta pergi dengan cara baik-baik oleh warga.

Menurut laporan masyarakat, pengemis ini tidak langsung pergi meskipun sudah diberi uang dalam jumlah kecil. Warga menyebut, saat diberikan Rp5.000, ia tetap bertahan di tempat. Namun, jika diberi Rp20.000, barulah ia bersedia meninggalkan lokasi. Sikap tersebut menimbulkan keresahan karena dianggap sebagai bentuk pemaksaan secara halus terhadap masyarakat yang melintas atau berada di sekitar area tersebut.

Warga berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep segera mengambil tindakan untuk mengatasi persoalan ini. Kepala Satpol PP Sumenep, Wahyu Kurniawan, didesak untuk menertibkan praktik meminta-minta yang dilakukan secara tidak wajar dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Fenomena pengemis dengan cara yang tidak biasa ini menjadi perhatian, mengingat praktik meminta-minta di ruang publik tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial, tetapi juga ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Regulasi terkait ketertiban umum di Sumenep perlu ditegakkan, termasuk langkah persuasif untuk memastikan bahwa mereka yang benar-benar membutuhkan mendapatkan bantuan melalui jalur yang sesuai, seperti program sosial pemerintah.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP terkait langkah yang akan diambil untuk menangani permasalahan ini. Masyarakat pun berharap adanya penertiban segera agar situasi di Bangselok tetap kondusif dan tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut.

 

 

Penulis : Harnawi/Mat Halil

Editor : (Red)

Berita Terkait

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib
Khidmat dan Meriah, Wisuda Santri Ponpes AT-TA’AWUN Sumenep Jadi Momentum Cetak Generasi Berakhlak
Beradaptasi Dengan Kebutuhan Zaman, RSUD Moh. Anwar Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:08 WIB

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:02 WIB

Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Berita Terbaru

Foto: Kepala Desa Poja, Yuli Rizkianto, kini menjadi sorotan atas sejumlah persoalan di pemerintahan desa.

Hukum & Pemerintahan

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:08 WIB