Ketua DPRD Sumenep Ogah Mobil Dinas Mewah: “Lebih Baik Anggaran Dialihkan ke Rakyat”

- Publisher

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, SH.

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, SH.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Di tengah sorotan publik terhadap pengadaan barang mewah bagi pejabat, Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, SH., mengambil sikap berbeda. Ia dengan tegas menolak fasilitas mobil dinas baru dan memilih tetap menggunakan kendaraan pribadi.

“Saya lebih nyaman pakai mobil pribadi. Toh saya punya Avanza dan Xenia, cukup untuk kerja. Kalau boleh memilih, saya lebih baik tanpa mobil dinas,” ujarnya kepada wartawan, Senin (15/4/2025).

Diketahui, Pemerintah Daerah telah menganggarkan sekitar Rp2,7 miliar untuk pengadaan tiga unit Toyota Innova Zenix tipe V bagi unsur pimpinan DPRD. Namun, Zainal menegaskan bahwa dirinya sejak awal tidak sepakat dengan belanja tersebut.

“Anggarannya memang sudah disiapkan jauh hari. Tapi dalam perjalanannya, kami pimpinan sempat sepakat menolak. Kami ingin anggaran itu dialihkan ke sektor yang lebih dibutuhkan rakyat,” tegasnya.

Zainal juga menyampaikan bahwa penggunaan mobil dinas justru menghapus hak atas tunjangan transportasi bagi pimpinan DPRD, berbeda dengan 46 anggota dewan lainnya yang tetap menerima tunjangan tersebut.

“Kalau pakai mobil dinas, kami tidak dapat uang transportasi. Biaya operasionalnya pun tetap dipotong. Jadi bukan gratis. Sekalian saja saya tidak usah pakai, biar sama seperti anggota yang lain,” jelasnya.

Ia mengaku telah menyiapkan surat resmi untuk disampaikan ke Bupati sebagai bentuk penolakan fasilitas tersebut. Menurutnya, ini penting sebagai wujud empati terhadap kondisi keuangan daerah dan masyarakat.

“Masyarakat butuh bukti, bukan sekadar citra. Kalau sampai akhir jabatan saya tidak pakai mobil dinas, justru saya bersyukur. Biar publik tahu, tidak semua pejabat haus fasilitas,” pungkasnya.

 

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib
Khidmat dan Meriah, Wisuda Santri Ponpes AT-TA’AWUN Sumenep Jadi Momentum Cetak Generasi Berakhlak
Beradaptasi Dengan Kebutuhan Zaman, RSUD Moh. Anwar Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:08 WIB

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:02 WIB

Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Berita Terbaru

Foto: Kepala Desa Poja, Yuli Rizkianto, kini menjadi sorotan atas sejumlah persoalan di pemerintahan desa.

Hukum & Pemerintahan

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:08 WIB