Kopassus: 72 Tahun Pasukan Bayangan Republik yang Tak Pernah Lelah Menjaga NKRI

- Publisher

Rabu, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Redaksi TrendiKabar.com

JAKARTA, Hari ini, 16 April 2025, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memperingati hari jadinya yang ke-72. Dikenal sebagai pasukan elite milik TNI Angkatan Darat, Kopassus telah melewati sejarah panjang perjuangan dengan prestasi yang mencengangkan, baik dalam operasi militer terbuka maupun misi-misi rahasia yang tak semua dicatat dalam dokumen publik.

Dari Kesatuan Kecil ke Legenda Militer

Kopassus dibentuk pada 16 April 1953 dengan nama awal Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT III) di Batujajar, Jawa Barat. Pembentukan ini digagas oleh Kolonel A.E. Kawilarang yang terinspirasi dari pengalaman pahit TNI menghadapi pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, di mana militer merasa butuh satuan khusus yang dapat bergerak cepat, tangkas, dan memiliki spesialisasi tempur di segala medan.

Dari sinilah, satuan kecil tersebut berkembang menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (RPKAD), lalu menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1985, hingga kini menjadi simbol keperkasaan militer Indonesia.

Prestasi yang Diakui Dunia

Kopassus tidak hanya disegani di dalam negeri, tetapi juga mendapatkan pengakuan internasional sebagai salah satu pasukan elite terbaik dunia. Beberapa prestasi utama yang menegaskan reputasi tersebut antara lain:

Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma (1996): Dalam misi ini, Kopassus berhasil membebaskan sejumlah peneliti asing yang disandera oleh kelompok bersenjata di Papua. Operasi ini menuai pujian karena kecepatan dan presisi manuver pasukan.

Operasi Penumpasan Gerakan Separatis: Sejak era DI/TII, PRRI/Permesta, hingga konflik bersenjata di Aceh dan Papua, Kopassus kerap diterjunkan dalam operasi yang bersifat taktis dan berisiko tinggi.

Misi Intelijen dan Operasi Tertutup: Meski tak banyak terekspos, Kopassus juga dikenal sebagai tulang punggung intelijen tempur di medan konflik. Banyak operasi “senyap” yang disinyalir tak lepas dari peran satuan ini.

Prestasi Lomba Internasional: Kopassus tercatat pernah menempati posisi tiga besar dalam berbagai ajang latihan militer internasional, seperti Cambrian Patrol di Inggris dan Special Forces Competition di Thailand.

Dari Medan Tempur hingga Bencana Alam

Tak hanya di garis depan pertempuran, Kopassus juga aktif dalam misi kemanusiaan, termasuk evakuasi korban bencana alam seperti tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, dan erupsi Gunung Merapi. Mobilitas tinggi dan kemampuan bertahan di medan ekstrem menjadikan mereka andalan dalam penanganan krisis.

Tantangan Masa Kini

Meski prestasinya gemilang, Kopassus tak luput dari kritik di masa lalu, termasuk dugaan pelanggaran HAM pada beberapa operasi. Namun, transformasi profesionalisme militer Indonesia belakangan ini mendorong pembaruan internal dalam tubuh Kopassus.

Kini, dengan semangat “Berani, Benar, Berhasil”, Kopassus terus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, termasuk dalam menghadapi ancaman non-konvensional seperti terorisme digital, sabotase infrastruktur, dan perang hibrida.

Di usia ke-72, tantangan Kopassus bukan hanya menjaga keutuhan wilayah, tapi juga menjaga kepercayaan rakyat. Pasukan baret merah ini bukan sekadar pasukan tempur mereka adalah simbol ketahanan dan kehormatan militer Indonesia.

Berita Terkait

Penuhi Panggilan KPK, H. Her Kooperatif Berikan Keterangan sebagai Saksi
KPK Mulai Bidik “Mafia Pita Cukai”? Pengusaha Rokok Asal Malang Johan Sugiarto Dipanggil
TMMD ke-127 Kodim 0827/Sumenep Dibuka di Rubaru, Jalan Desa Mandala Jadi Prioritas Utama
Awali Masa Tugas, Danlanal Batuporon Sambangi TK Hang Tuah dan Perkuat Sinergi dengan Forkopimda Bangkalan
Penuh Haru, Sertijab Danlanal Batuporon Digelar: Letkol Laut (P) Ari Wibowo Resmi Jabat Komandan
AKBP Rivanda Dimutasi ke Blitar, AKBP Anang Hardianto Resmi Jabat Kapolres Sumenep
Menkum Pastikan Kritik ke Presiden–Wapres Tetap Dijamin, KUHP Baru Hanya Menyasar Fitnah dan Penghinaan
KUHAP Baru Resmi Berlaku, Sistem Peradilan Pidana Indonesia Masuki Era Pembaruan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 01:06 WIB

Penuhi Panggilan KPK, H. Her Kooperatif Berikan Keterangan sebagai Saksi

Jumat, 3 April 2026 - 17:36 WIB

KPK Mulai Bidik “Mafia Pita Cukai”? Pengusaha Rokok Asal Malang Johan Sugiarto Dipanggil

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:19 WIB

TMMD ke-127 Kodim 0827/Sumenep Dibuka di Rubaru, Jalan Desa Mandala Jadi Prioritas Utama

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:42 WIB

Awali Masa Tugas, Danlanal Batuporon Sambangi TK Hang Tuah dan Perkuat Sinergi dengan Forkopimda Bangkalan

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:07 WIB

Penuh Haru, Sertijab Danlanal Batuporon Digelar: Letkol Laut (P) Ari Wibowo Resmi Jabat Komandan

Berita Terbaru

Opini

“Jenderal yang Tak Menunggu Telepon”

Senin, 18 Mei 2026 - 21:04 WIB