Perempuan Merdeka Kecam Rencana Penempatan 4 Batalyon TNI di Aceh: “Langgar MoU Helsinki, Khianati Perdamaian”

- Publisher

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Cut Farah, Ketua Perempuan Merdeka, saat ditemui usai konferensi pers penolakan penempatan batalyon TNI di Aceh, Selasa (29/4).

Foto: Cut Farah, Ketua Perempuan Merdeka, saat ditemui usai konferensi pers penolakan penempatan batalyon TNI di Aceh, Selasa (29/4).

BANDA ACEH, (TrendiKabar.com) — Rencana pemerintah pusat menempatkan empat batalyon tambahan TNI di Provinsi Aceh menuai penolakan keras dari sejumlah aktivis perempuan yang tergabung dalam organisasi Perempuan Merdeka. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan semangat damai yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, perjanjian damai yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2005.

Ketua Perempuan Merdeka, Cut Farah, menyatakan bahwa kehadiran pasukan tambahan dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap isi MoU, khususnya terkait pembatasan kehadiran militer non-organik di wilayah Aceh.

“Ini bukan sekadar soal keamanan nasional. Ini tentang penghormatan terhadap perjanjian damai dan martabat rakyat Aceh,” ujar Cut Farah dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (29/4).

Dalam dokumen MoU Helsinki, ditegaskan bahwa personel militer di Aceh hanya diperbolehkan untuk urusan pertahanan eksternal, tanpa kehadiran pasukan non-organik secara tetap. Penempatan empat batalyon tambahan, menurut para aktivis, berpotensi memicu ketegangan sosial, membangkitkan trauma masa lalu, dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga perdamaian.

Organisasi tersebut merilis enam poin tuntutan, antara lain:

1. Pemerintah pusat diminta untuk menghormati dan menjalankan MoU Helsinki secara utuh.

2. Rencana penempatan batalyon tambahan ke Aceh harus segera dibatalkan.

3. Pemerintah diimbau mengedepankan pendekatan sipil dan pembangunan, bukan militerisasi.

4. Gubernur Aceh didorong untuk menyatakan penolakan secara terbuka terhadap kebijakan tersebut.

5. Pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap proses perdamaian Aceh.

6. Pemerintah diminta memastikan masa depan Aceh dibangun melalui pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial, bukan melalui kekuatan militer.

“Yang dibutuhkan Aceh hari ini bukan batalyon, melainkan keadilan sosial. Jangan biarkan perdamaian yang diperjuangkan selama dua dekade dirusak oleh kebijakan sepihak dari pusat,” tutup Cut Farah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian Pertahanan maupun Pemerintah Aceh terkait desakan pembatalan penempatan pasukan tersebut.

 

Editor : (Red)

Sumber Berita: Cut Farah Aktivis Perempuan

Berita Terkait

Tim Elang Satlantas Polres Sumenep Bersinergi dengan Disperkimhub Kabupaten Sumenep Tertibkan Parkir di Jalan Diponegoro
Berdiri di Garis Ombak, KP X 1037 BKO Airud Polda Jatim Perkuat Keamanan Laut di Pantai Lombang
Amankan Lebaran Ketupat, Satlantas Sumenep Turun Langsung Urai Arus Lalu Lintas di Pantai Slopeng
Subdenpom V/4-5 Sumenep Perkuat Sinergi, Patroli Malam Ramadan Bersama TNI-Polri dan Pemkab
Polantas Sumenep Berbagi Sahur dan Edukasi Tertib Lalu Lintas di Bulan Ramadhan
Subdenpom V/4-5 Sumenep Kawal Patroli Gabungan, Pastikan TNI Tetap Disiplin di Malam Ramadan
Sejumlah Warga Datangi Kantor Kecamatan Pasongsongan Usai Mediasi, Jurnalis dan Aktivis Mengaku Dapat Tekanan
Malam Tahun Baru 2026, Satlantas Polres Sumenep Lakukan Patroli Preventif di Sejumlah Ruas Jalan Kota

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:03 WIB

Tim Elang Satlantas Polres Sumenep Bersinergi dengan Disperkimhub Kabupaten Sumenep Tertibkan Parkir di Jalan Diponegoro

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:00 WIB

Berdiri di Garis Ombak, KP X 1037 BKO Airud Polda Jatim Perkuat Keamanan Laut di Pantai Lombang

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:53 WIB

Amankan Lebaran Ketupat, Satlantas Sumenep Turun Langsung Urai Arus Lalu Lintas di Pantai Slopeng

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:06 WIB

Subdenpom V/4-5 Sumenep Perkuat Sinergi, Patroli Malam Ramadan Bersama TNI-Polri dan Pemkab

Senin, 23 Februari 2026 - 11:20 WIB

Polantas Sumenep Berbagi Sahur dan Edukasi Tertib Lalu Lintas di Bulan Ramadhan

Berita Terbaru

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB

Opini

Dari Counter HP ke Ribuan Orang

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:51 WIB