Honda Accord 1600 MT: Ketika Mobil Antik Menantang Waktu di Tengah Kota Sumenep

- Publisher

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Suri Hariady

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Di tengah derasnya arus kendaraan modern yang lalu-lalang di perempatan Jl. DR. Wahidin No. 53, Pajagalan, sebuah pemandangan unik menyita perhatian publik: sebuah sedan klasik Honda Accord 1600 MT tampak gagah meski diselimuti hujan.

Mobil ini bukan sekadar kendaraan tua. Ia adalah simbol dari era keemasan industri otomotif Jepang pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an. Bodi mengotak, lampu ganda bulat, dan emblem khas “Accord” di sisi bodi kirinya, menjadi penanda bahwa teknologi dan desain masa lalu masih sanggup mencuri hati di zaman serba digital ini.

Fenomena ini membuka ruang refleksi. Ketika masyarakat berlomba-lomba membeli kendaraan berbasis teknologi terkini, seorang pemilik mobil lawas justru hadir dengan pesan kuat: orisinalitas dan ketekunan dalam merawat warisan mekanik.

Simbol Ketahanan di Tengah Kota

Bukan tanpa alasan mobil ini menyedot perhatian. Selain tampil mencolok di tengah derasnya hujan, keberadaan mobil klasik semacam ini di ruang publik juga menyentuh aspek sosial budaya. Sumenep, yang selama ini dikenal sebagai kota bersejarah dengan nuansa tradisional yang kuat, seolah mendapatkan cerminan ideal lewat hadirnya kendaraan yang juga menyimpan jejak sejarahnya sendiri.

Apakah ini hanya nostalgia semata? Tidak sepenuhnya. Mobil ini berbicara tentang nilai. Tentang bagaimana masyarakat bisa menghargai yang lama tanpa harus merasa ketinggalan zaman. Dalam dunia jurnalistik, itu seperti menghormati kode etik dan prinsip verifikasi di tengah era clickbait dan disinformasi.

Antara Koleksi dan Komitmen

Merawat mobil seperti Honda Accord 1600 MT bukan perkara mudah. Tidak hanya perlu biaya, tapi juga dedikasi dan komitmen. Bagian mesin, onderdil, hingga interior, sebagian besar sudah tidak lagi tersedia di pasar umum. Maka, yang kita lihat bukan hanya mobil melainkan hasil dari kesabaran, pencarian, dan kecintaan.

Barangkali, inilah pesan paling kuat dari kehadiran mobil ini di tengah kota: bahwa apa pun yang dirawat dengan kesungguhan akan tetap relevan, meski zaman berubah. Sebagaimana jurnalisme berkualitas yang tetap penting meski algoritma digital kian mendominasi.

Penutup

Honda Accord 1600 MT yang terparkir tenang di sudut Pajagalan bukan sekadar kendaraan. Ia adalah narasi berjalan tentang keberanian bertahan, tentang warisan yang tak lekang oleh waktu, dan tentang harapan bahwa nilai-nilai orisinal bisa tetap hidup di tengah pusaran perubahan.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?
Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Dari Counter HP ke Ribuan Orang
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Baperan Ketika Kader Mulai Bicara Jujur
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:12 WIB

BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:51 WIB

Dari Counter HP ke Ribuan Orang

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Berita Terbaru

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB

Opini

Dari Counter HP ke Ribuan Orang

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:51 WIB