Kejati Jatim Kaget Ada Dugaan Pengkondisian? Aktivis: Kami Sudah Tahu Sejak Awal

- Publisher

Rabu, 4 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, (TrendiKabar.com) — Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) akhirnya buka suara soal aroma tak sedap yang menyelimuti penyidikan kasus dugaan korupsi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep. Dalam pernyataan resmi, Kejati mengaku mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi saksi-saksi yang dipanggil dalam proses penyelidikan.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Saiful Bahri Siregar, menyampaikan temuan tersebut kepada wartawan pada Selasa (3/6/2025). “Kami melihat ada pihak yang berupaya mempengaruhi saksi-saksi yang kami panggil dalam penyelidikan kasus BSPS di Sumenep,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tindakan semacam itu tergolong sebagai perintangan penyidikan, dan jika terbukti akan ditindak secara hukum. “Kalau ada yang terbukti mempengaruhi saksi, kami tak segan ambil tindakan hukum. Ini jelas menghalangi proses penyidikan,” tegas Saiful.

Namun pernyataan Kejati ini justru memantik reaksi keras dari kelompok masyarakat sipil. Aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Madura (AMPM), Nurahmat, menilai Kejati terlambat membaca realitas lapangan. Ia mengklaim bahwa pengkondisian saksi bukan hal baru, dan sudah tercium sejak awal kasus ini mencuat.

“Kami sudah deteksi dari awal. Ada saksi yang diarahkan, bahkan ada indikasi intimidasi terhadap warga penerima bantuan. Proses hukum ini jangan pura-pura baru tahu,” kata Nurahmat saat dihubungi Rabu (4/6/2025).

Menurutnya, AMPM telah mengantongi sejumlah data dan kesaksian warga yang mengarah pada praktik pengondisian selama proses pemeriksaan berlangsung. Beberapa di antaranya mengungkap bahwa saksi dipanggil melalui kepala desa, dibiayai oleh perangkat desa, dan bahkan diberi arahan sebelum diperiksa.

“Jangan sampai proses hukum ini hanya formalitas. Kami siap bantu Kejati mengungkap, asal serius dan tidak tebang pilih,” tambahnya.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan saksi masih berlangsung di dua titik, yakni di Kantor Kejari Sumenep dan di Kantor Kejati Jatim Surabaya. Selain mendalami kesaksian, tim penyidik juga tengah mengamankan dan memverifikasi sejumlah dokumen serta barang bukti.

Kasus dugaan korupsi BSPS di Sumenep mencuat ke publik setelah disinggung langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI pada 30 April 2025. Dalam forum tersebut, Maruarar menyebut adanya indikasi penyalahgunaan dana BSPS dalam jumlah besar, yakni sekitar Rp109 miliar, dengan jumlah penerima mencapai 5.490 warga.

Dengan nilai kerugian sebesar itu, desakan publik terhadap Kejati Jatim untuk bertindak cepat dan transparan semakin tinggi. Pertanyaannya kini mengerucut: apakah Kejati berani membongkar semua aktor yang terlibat, atau kasus ini akan kembali tenggelam seperti banyak skandal sebelumnya?

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB