Tragedi di Balik Karapan Sapi Bupati Cup Sumenep 2025: Pagar Roboh, 4 Penonton Terluka

- Publisher

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Lomba Karapan Sapi memperebutkan Piala Bupati Cup 2025 yang digelar di Lapangan Giling, Jl. Agus Salim, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, berakhir tragis. Sebuah pagar pembatas penonton di sisi timur (garis finis) roboh pada Minggu sore, 22 Juni 2025, sekitar pukul 17.20 WIB, dan mengakibatkan empat penonton mengalami luka-luka.

Insiden terjadi saat babak final golongan sapi menang tengah berlangsung. Saat pasangan sapi melesat menuju garis finis, pagar tembok pembatas tiba-tiba roboh menimpa sejumlah penonton yang berdiri terlalu dekat di sisi lintasan. Diduga kuat, robohnya pagar disebabkan oleh banyaknya penonton yang memanjat tembok, meski sebelumnya panitia sudah memberikan peringatan agar tak melakukannya.

Empat korban luka dalam insiden ini adalah:

1. Sueb (60), warga Aeng Merah, Batuputih  mengalami sesak napas dan dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

2. Aldi (35), warga Batuputih Laok  mengalami cedera punggung.

3. Sudahnan (55), warga Desa Tenunan, Kecamatan Manding mengalami luka robek di mata kaki kanan.

4. Satu korban lainnya saat ini masih dalam penanganan intensif di RSUD Sumenep.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait standar keamanan pelaksanaan lomba budaya yang rutin digelar dan didukung penuh pemerintah daerah. Banyak pihak menilai panitia dan Pemkab Sumenep sebagai penyelenggara perlu bertanggung jawab atas lemahnya pengamanan serta pengawasan di lokasi acara yang sejak awal tampak padat penonton.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia lomba maupun pihak Pemkab Sumenep mengenai langkah evaluasi atau tanggung jawab atas insiden tersebut.

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius
Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan
Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman
Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pendidikan

IMI Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Kampus

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:07 WIB

Hukum & Kriminal

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Senin, 5 Okt 2026 - 01:42 WIB