Hosriyani Diteror, Rumah Dilempari Batu: Polisi Didesak Bongkar Dalang

- Publisher

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hosriyani bersama kuasa hukumnya, Sulaisi Abdurrazaq, menunjukkan bukti laporan resmi kasus teror di Polres Sumenep.

Foto: Hosriyani bersama kuasa hukumnya, Sulaisi Abdurrazaq, menunjukkan bukti laporan resmi kasus teror di Polres Sumenep.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Teror mencekam kembali menghantui Hosriyani, pelapor utama kasus perusakan pagar di Gili Iyang. Rumahnya di Dusun Lembanah, Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, dilempari batu oleh orang tak dikenal (OTK) pada Rabu dini hari, 23 Juli 2025.

Serangan terjadi dua kali, sekitar pukul 00.30 dan 00.50 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aksi pelemparan itu menebar ketakutan bagi Hosriyani dan keluarganya.

Tak tinggal diam, Hosriyani bersama kuasa hukumnya, Sulaisi Abdurrazaq, langsung melaporkan insiden ini ke Polres Sumenep. Laporan resmi teregister dengan nomor LP/B/353/VII/2025/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR pada pukul 16.00 WIB di hari yang sama.

“Ini bukan sekadar teror fisik, tetapi juga serangan psikologis terhadap pelapor yang sedang mencari keadilan,” ujar Sulaisi, yang juga menjabat Ketua DPW APSI Jawa Timur.

Hosriyani menduga kuat aksi teror ini bukan sekadar ulah iseng, melainkan melibatkan jaringan mafia yang beroperasi di Gili Iyang. Ia menuding kelompok yang dikenal sebagai mafia sabu-sabu dan solar ilegal sebagai dalang di balik teror tersebut.

“Mereka adalah loyalis para tersangka kasus perusakan pagar. Sejak awal, mereka berusaha menunjukkan seolah hukum bisa mereka kendalikan,” tegas Hosriyani.

Baca Juga: Teror Tengah Malam Guncang Gili Iyang: Pelapor Kasus Pagar Diteror Batu, Mafia Disebut Ikut Bermain

Temuan dua batu yang diduga berasal dari sekitar rumah salah satu tersangka kian memperkuat dugaan keterlibatan jaringan tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, Hosriyani mendesak Polres Sumenep bertindak tegas, tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual yang mendalangi teror. Ia juga meminta perlindungan hukum untuk keluarganya.

“Kami minta Polres Sumenep berani. Kalau polisi takut pada mafia, siapa lagi yang bisa melindungi rakyat kecil?” tegas Sulaisi.

Kasus perusakan pagar yang dilaporkan Hosriyani sebelumnya sempat mandek selama tujuh bulan di Polsek Dungkek. Baru pada 17 Juli 2025, empat tersangka berhasil ditangkap Polres Sumenep. Penangkapan itu diduga menjadi pemicu munculnya teror yang kini menimpa Hosriyani.

 

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02 WIB

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Berita Terbaru

Opini

Pancasila yang Saya Temukan di Pinggir Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:11 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB