Oleh: Fauzi As
Pencurian iPhone 12 Pro Max di sebuah counter di Sumenep ini mungkin bisa masuk nominasi aksi kriminal paling konyol 2025.
Bagaimana tidak? Di era semua sudut toko sudah dilengkapi CCTV, masih ada saja maling yang nekat nyolong dengan teknik jadul: pura-pura beli HP murah, lalu kabur bawa HP mahal.
Kalau maling ini ikut pelatihan dasar kriminal, mungkin materi pertamanya adalah: “Kenali ruangan, cari CCTV.”
Sayangnya, maling kita yang satu ini tampaknya lebih sibuk menghafal spesifikasi RAM dan memori internal, daripada mengingat bahwa setiap counter HP kini punya mata elektronik yang lebih setia daripada satpam 24 jam.
Lucunya lagi, modus yang dipakai benar-benar klasik: pura-pura beli Samsung seharga Rp1 juta, tapi yang dicuri justru iPhone seharga Rp9 juta.
Logikanya anjlok. Kalau benar-benar ingin aman, paling tidak jangan pilih target yang punya nomor IMEI jelas-jelas tercatat. Sekarang, ponsel itu bukan sekadar alat komunikasi, tapi punya identitas lebih kuat daripada KTP.
Maling ini mungkin mengira dirinya seperti aktor film aksi, bisa hilang begitu saja setelah mencomot barang. Sayangnya, yang hilang justru rasa percaya diri masyarakat bahwa otak pelaku kejahatan itu berkembang seiring zaman.
Saya kira sudah waktunya dibentuk Balai Latihan Khusus Maling Amatir.
Kurikulumnya sederhana:
• Modus Kreatif 101: jangan lagi pakai gaya “pura-pura beli”. Itu kuno.
• Kamera Adalah Musuh: pelajari bagaimana CCTV bekerja, atau sekalian cari kerja lain yang tidak berhadapan dengan kamera.
• Pilih Sasaran Logis: jangan sampai ingin hemat Rp1 juta, malah menimbulkan kerugian Rp9 juta bagi orang lain dan kerugian diri sendiri berupa penjara.
Akhirnya, kita hanya bisa geleng kepala. Kalau maling pun semakin tidak cerdas, bukankah ini pertanda pendidikan darurat juga berlaku di dunia kriminal?
Kasihan, Sumenep yang dikenal sebagai kota keris, kini juga bisa dikenal sebagai kota maling amatir yang terekam jelas tanpa sensor.
Pesan saya hanya satu saja: tolong besok segera di kembalikan! jika tidak, kamu pasti makan ikan kering di tahanan.
Editor : (Red)



























