Dari Sumenep Umroh Naik ATR: Tiket Sekali Jalan Tanpa Balik?

- Publisher

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi satir tentang wacana penerbangan internasional dari Bandara Trunojoyo Sumenep dengan pesawat ATR 72-600.

Foto: Ilustrasi satir tentang wacana penerbangan internasional dari Bandara Trunojoyo Sumenep dengan pesawat ATR 72-600.

Oleh: Fauzi As

Pengamat kebijakan publik

(TrendiKabar.com) – Bupati Fauzi tampaknya baru turun dari mimpi panjang ketika menyambut kabar Wings Air akan membuka rute internasional dari Bandara Trunojoyo Sumenep.

Dengan penuh semangat beliau bicara soal “penerbangan langsung umroh ke Jeddah.” Tapi mari kita buka buku manual ATR 72-600: kapasitas penumpang 68 – 74 kursi, jarak tempuh maksimal 1.665 km, beban maksimum 7.500 kg.

Lalu, Jeddah itu jaraknya berapa? Sekitar 8.000 km lebih. Kalau begitu, penumpang mungkin hanya bisa sekali jalan dan tidak ada kepastian balik lagi, kecuali transitnya pindah ke sayap burung garuda atau naik kapal kargo.

Sungguh, imajinasi ini membuat Sumenep seperti negeri dongeng. Seolah-olah ATR bisa jadi pesawat antar-benua, padahal mesin Pratt & Whitney itu sudah ngos-ngosan kalau dipaksa ke Lombok dengan muatan penuh.

Kalau dipaksa ke Jeddah? Jangan-jangan umat yang niat umroh malah jadi syahid di udara.

Yang lebih ironis, Bupati seolah lupa masa lalunya merasa sedang menjabat untuk pertama kali. Padahal ini periode kedua, bahkan sebelumnya sudah pernah duduk sebagai Wakil Bupati dan saat itu Bandara Trunojoyo memang sudah ada, tapi sayangnya lebih sering dipakai burung walet ketimbang manusia.

Lantas selama sepuluh tahun itu, apa yang sudah diurus? Kenapa baru sekarang bicara konektivitas internasional, padahal dulu sibuk selfie di terminal yang katanya penuh sarang burung itu.

Jangan-jangan bandara lebih laku sebagai tempat shooting TikTok ketimbang terminal penerbangan.

Masyarakat Sumenep dan Madura tentu senang mendengar kabar bandara akan “terhubung ke 29 kota dalam dan luar negeri.” Tapi kita perlu bertanya: apakah ini mimpi, ilusi, atau sekadar jurus retorika jelang 2029?

Sebab bicara rute internasional tanpa pesawat jarak jauh itu sama seperti janji bagi-bagi rumah BSPS tapi yang datang hanya kuitansi kosong. Di darat saja rakyat susah mencari jalan mulus, kok di langit dijanjikan langsung ke Tanah Suci?

Kalau benar ATR dipaksa ke Jeddah, mungkin brosur resminya harus diganti: “Umroh spesial dari Sumenep, tanpa transit, tanpa kepulangan.

Pesawat ATR 72-600, kapasitas terbatas, doa tak terbatas.” Sebab dalam logika rakyat kecil, janji seperti ini bukan sekadar omong kosong, tapi bisa berubah jadi bahan ketawa pahit di group WA dan warung kopi.

Madura tidak butuh mimpi terbang sampai ke Arab dengan pesawat yang sayapnya gemetar ke luar pulau. Yang dibutuhkan adalah janji politik yang realistis: bandara berfungsi penuh, kapal laut yang layak dan harga tiket terjangkau, penerbangan reguler yang tidak hilang timbul seperti bulan tertutup awan.

Kalau tidak, Bandara Trunojoyo akan terus jadi bandara penuh dengan penerbangan tapi bukan manusia, melainkan burung walet yang gembira karena dapat hibah bandara.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Merdeka di Tiang Bendera
Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB