SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satu prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan tajam di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Sejumlah wali murid mempertanyakan kelayakan dan mutu gizi menu yang dibagikan kepada siswa setelah beredar foto dokumentasi yang menunjukkan porsi lauk sangat minim serta penyajian yang dinilai kurang higienis.
Dalam foto yang diterima TrendiKabar.com, satu porsi MBG berisi nasi putih, satu ekor ikan goreng berukuran kecil, satu potong tempe, serta sayur, sambal, dan buah yang masing-masing dikemas dalam plastik kecil. Komposisi menu tersebut memicu keluhan karena dianggap tidak mencerminkan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Coba dilihat standar gizinya, apakah memang sudah sesuai?” ujar salah satu wali murid.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (9/12/2025), pihak SPPG Tarbiyatus Syibyan menyatakan bahwa menu tersebut “sudah sesuai standar gizi” berdasarkan pendampingan ahli gizi yang disebut telah tersertifikasi. Meski demikian, jawaban itu tidak disertai paparan detail mengenai komposisi gizi, sehingga menimbulkan perdebatan di kalangan wali murid dan pemerhati pendidikan.
Padahal, Pedoman Nasional MBG menegaskan sejumlah prinsip penting, antara lain:
Porsi protein hewani yang memadai,
Penyajian makanan tanpa plastik sekali pakai,
Mutu gizi dan kebersihan yang layak bagi peserta didik.
Tampilan menu dalam foto dinilai belum menggambarkan prinsip tersebut dan memunculkan pertanyaan soal kualitas pelaksanaan di tingkat satuan pendidikan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa program MBG harus meningkatkan gizi anak dan tidak boleh sekadar menjadi formalitas pelaksanaan anggaran.
Kasus ini menjadi sorotan baru tentang bagaimana implementasi MBG di lapangan perlu diawasi secara ketat, terutama terkait standar gizi, kebersihan, serta transparansi pelaksana program di tingkat sekolah.
Penulis : Harnawi
Editor : (Red)



























