SPPG Tarbiyatus Syibyan Disorot: Menu MBG di Dungkek Dinilai Tak Sesuai Standar Gizi Nasional

- Publisher

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan Dungkek, Sumenep, berisi nasi, ikan goreng kecil, tempe, sayur, sambal, dan buah yang dikemas plastik.

Foto: Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan Dungkek, Sumenep, berisi nasi, ikan goreng kecil, tempe, sayur, sambal, dan buah yang dikemas plastik.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satu prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan tajam di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Sejumlah wali murid mempertanyakan kelayakan dan mutu gizi menu yang dibagikan kepada siswa setelah beredar foto dokumentasi yang menunjukkan porsi lauk sangat minim serta penyajian yang dinilai kurang higienis.

Dalam foto yang diterima TrendiKabar.com, satu porsi MBG berisi nasi putih, satu ekor ikan goreng berukuran kecil, satu potong tempe, serta sayur, sambal, dan buah yang masing-masing dikemas dalam plastik kecil. Komposisi menu tersebut memicu keluhan karena dianggap tidak mencerminkan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Coba dilihat standar gizinya, apakah memang sudah sesuai?” ujar salah satu wali murid.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (9/12/2025), pihak SPPG Tarbiyatus Syibyan menyatakan bahwa menu tersebut “sudah sesuai standar gizi” berdasarkan pendampingan ahli gizi yang disebut telah tersertifikasi. Meski demikian, jawaban itu tidak disertai paparan detail mengenai komposisi gizi, sehingga menimbulkan perdebatan di kalangan wali murid dan pemerhati pendidikan.

Padahal, Pedoman Nasional MBG menegaskan sejumlah prinsip penting, antara lain:

Porsi protein hewani yang memadai,

Penyajian makanan tanpa plastik sekali pakai,

Mutu gizi dan kebersihan yang layak bagi peserta didik.

Tampilan menu dalam foto dinilai belum menggambarkan prinsip tersebut dan memunculkan pertanyaan soal kualitas pelaksanaan di tingkat satuan pendidikan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa program MBG harus meningkatkan gizi anak dan tidak boleh sekadar menjadi formalitas pelaksanaan anggaran.

Kasus ini menjadi sorotan baru tentang bagaimana implementasi MBG di lapangan perlu diawasi secara ketat, terutama terkait standar gizi, kebersihan, serta transparansi pelaksana program di tingkat sekolah.

 

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Sat Set Sot Nomor Urut 02 Kembali Guncang Festival Musik Tong Tong Semadura 2026
HIMPASS Bongkar Persoalan Sapeken di Hadapan Kapolresta Sumenep, Narkoba hingga Terumbu Karang Jadi Sorotan
Ribuan Warga Larut dalam Gema Sholawat Nariyah Ittisholana di Lapangan Kecamatan Batang-Batang, Sumenep
Ketua DPRD dan BK Dinilai Menghindar, PPI Perpanjang Aksi hingga Ada Kepastian
Jam Kerja Masih Berlangsung, Sejumlah Orang Berseragam Dinas Terlihat Ngopi di Warkop El-Malik
Nelayan Siap Biayai Pengerukan, Izin Alur Pasongsongan Masih Terkendala
Bukan Sekadar Bakti Sosial, Lanal Batuporon Bekali Nelayan Sapudi dengan Wawasan Keamanan Laut
Geger! Warga Temukan Mayat Terbakar di Tegalan Batang-Batang Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:36 WIB

Sat Set Sot Nomor Urut 02 Kembali Guncang Festival Musik Tong Tong Semadura 2026

Jumat, 4 September 2026 - 21:53 WIB

HIMPASS Bongkar Persoalan Sapeken di Hadapan Kapolresta Sumenep, Narkoba hingga Terumbu Karang Jadi Sorotan

Jumat, 4 September 2026 - 21:43 WIB

Ribuan Warga Larut dalam Gema Sholawat Nariyah Ittisholana di Lapangan Kecamatan Batang-Batang, Sumenep

Jumat, 4 September 2026 - 19:24 WIB

Ketua DPRD dan BK Dinilai Menghindar, PPI Perpanjang Aksi hingga Ada Kepastian

Rabu, 2 September 2026 - 16:36 WIB

Jam Kerja Masih Berlangsung, Sejumlah Orang Berseragam Dinas Terlihat Ngopi di Warkop El-Malik

Berita Terbaru