Dugaan Korupsi Dana Desa Poja Menggelinding: TOPAN Bawa Bukti & Saksi, Inspektorat Diuji, Berani Bongkar atau Bungkam?

- Publisher

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Dinas Inspektorat Kab. Sumenep.

Foto: Kantor Dinas Inspektorat Kab. Sumenep.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) di Desa Poja, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, kini memasuki babak yang lebih serius. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tim Operasional Penyelamat Aset Negara (TOPAN) resmi mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Sumenep, Senin (16/3/2026), dalam rangka memenuhi undangan klarifikasi atas laporan yang telah mereka layangkan sebelumnya.

Namun, langkah ini bukan sekadar prosedural.

TOPAN datang dengan membawa data awal, dokumen pendukung, serta saksi-saksi kunci yang disebut siap mengungkap dugaan penyimpangan Dana Desa tahun anggaran 2023 hingga 2025.

Informasi yang berkembang menyebutkan, perkara ini telah masuk dalam radar Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dan kini berproses melalui koordinasi dengan Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) untuk dilakukan pemeriksaan investigatif.

Ketua Umum TOPAN, H. Tri Ahmad Al-Hosaini, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukan sekadar undangan formalitas birokrasi.

“Kami tidak datang dengan tangan kosong. Data dan saksi sudah kami siapkan. Ini bukan sekadar dugaan, ini pintu awal untuk membuka fakta,” tegasnya.

Ia juga memberikan peringatan keras kepada Inspektorat agar tidak menjadikan proses ini sebagai rutinitas administratif belaka.

“Ini bukan sekadar klarifikasi biasa. Ini ujian integritas. Inspektorat harus bekerja profesional, objektif, dan transparan. Jika ada pelanggaran, harus berani direkomendasikan ke ranah hukum. Tidak boleh ada kompromi,” ujarnya.

TOPAN menekankan bahwa Dana Desa adalah hak masyarakat yang semestinya dikelola secara akuntabel. Setiap potensi penyimpangan bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan merusak kepercayaan warga.

Di sisi lain, proses klarifikasi yang berlangsung tertutup justru menambah ketegangan. Minimnya informasi yang dibuka ke publik memunculkan pertanyaan besar: apakah proses ini akan berujung pada pengungkapan fakta, atau justru berhenti di ruang tertutup tanpa kejelasan?

Kasus Desa Poja kini tak sekadar soal anggaran desa. Ini telah berubah menjadi ujian nyata bagi keberanian dan kredibilitas Inspektorat Kabupaten Sumenep sebagai APIP.

Publik menanti dengan tajam.

Apakah kebenaran akan dibuka  atau kembali terkubur dalam sunyi birokrasi?

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Redaksi TrendiKabar.com Silaturahmi dengan Kapolresta Sumenep, Perkuat Sinergitas dan Kemitraan
Mobil Rental M 1401 TS Berujung Polemik, Oknum Kades AM Terseret, Rp10,85 Juta Belum Tuntas
Investasi Dapur MBG Rp288,9 Juta Berujung Laporan Polisi, Klaim 37 Dapur Dipertanyakan
Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Ritual Tatorbangan di Desa Torbang
Nasabah Pertanyakan Lelang Barang Jaminan, Pegadaian Berdalih SOP, Transparansi Dipertaruhkan
Semarak Budaya Madura di Pagar Batu, PSI Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Tradisi
PPI Tagih Hasil Pembahasan BK DPRD Sumenep, Forum Memanas hingga Tawaran Sumpah Mubahalah
Polsek Masalembu Bongkar Dugaan Peredaran Sabu, 45 Paket Diamankan dengan Berat Kotor Hampir 50 Gram

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:44 WIB

Redaksi TrendiKabar.com Silaturahmi dengan Kapolresta Sumenep, Perkuat Sinergitas dan Kemitraan

Kamis, 17 September 2026 - 12:32 WIB

Mobil Rental M 1401 TS Berujung Polemik, Oknum Kades AM Terseret, Rp10,85 Juta Belum Tuntas

Selasa, 15 September 2026 - 19:39 WIB

Investasi Dapur MBG Rp288,9 Juta Berujung Laporan Polisi, Klaim 37 Dapur Dipertanyakan

Senin, 14 September 2026 - 10:42 WIB

Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Ritual Tatorbangan di Desa Torbang

Kamis, 10 September 2026 - 22:32 WIB

Nasabah Pertanyakan Lelang Barang Jaminan, Pegadaian Berdalih SOP, Transparansi Dipertaruhkan

Berita Terbaru