Tanpa Izin, Pohon Siwalan Warga Ditebang: Dugaan Kesewenang-wenangan PT PLN ULP Sumenep Disorot

- Publisher

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pohon siwalan milik warga di Dusun Tenggina, Desa Batang-Batang Daya, Sumenep, tumbang diduga akibat penebangan tanpa izin dalam proyek pemasangan tiang listrik.

Foto: Pohon siwalan milik warga di Dusun Tenggina, Desa Batang-Batang Daya, Sumenep, tumbang diduga akibat penebangan tanpa izin dalam proyek pemasangan tiang listrik.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Dugaan tindakan semena-mena dilakukan oleh PT PLN ULP Sumenep dalam proyek pemasangan tiang listrik di Dusun Tenggina, Desa Batang-Batang Daya. Dua pohon siwalan milik warga dilaporkan ditebang tanpa izin, tanpa pemberitahuan, dan tanpa kompensasi.

Korban, Pak Duri dan istrinya, Ibu Nimo, mengaku tidak pernah dimintai persetujuan atas aktivitas di atas tanah milik mereka. Mereka justru dibuat kaget saat mengetahui pohon siwalan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga telah tumbang.

“Tidak ada izin, tidak ada pemberitahuan. Tahu-tahu sudah ditebang,” keluh keluarga korban.

Padahal, pohon siwalan tersebut memiliki nilai ekonomi penting. Daunnya rutin diolah menjadi tikar untuk dijual, yang hasilnya digunakan sebagai biaya sekolah anak mereka. Penebangan sepihak itu bukan hanya merusak aset, tetapi juga memutus sumber penghasilan keluarga kecil.

Yang lebih disorot, hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda itikad baik dari PT PLN ULP Sumenep untuk melakukan klarifikasi atau menemui pemilik lahan. Sikap diam ini dinilai memperkuat dugaan adanya pengabaian hak warga dalam proyek yang seharusnya mengedepankan prosedur dan persetujuan.

Secara aturan, setiap pemanfaatan lahan milik warga untuk kepentingan proyek, termasuk pemasangan infrastruktur listrik, wajib melalui proses komunikasi, izin, dan kesepakatan. Jika hal tersebut diabaikan, maka patut diduga terjadi pelanggaran terhadap hak atas tanah masyarakat.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa pembangunan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan warga kecil. Publik kini menunggu, apakah PT PLN ULP Sumenep akan bertanggung jawab, atau justru membiarkan praktik seperti ini terus terjadi tanpa koreksi.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas
Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:12 WIB

BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:06 WIB

Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang

Berita Terbaru

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB

Opini

Dari Counter HP ke Ribuan Orang

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:51 WIB