Dari Kisah Abdullah bin Ummi Maktum dan Amr bin al-Jamuh, BIP Foundation Hadirkan Kesetaraan Nyata bagi 2.000 Anak Disabilitas

- Publisher

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Founder BIP Foundation tampil di layar utama acara di Gedung Bakorwil IV Pamekasan, Minggu (26/4/2026).

Foto: Founder BIP Foundation tampil di layar utama acara di Gedung Bakorwil IV Pamekasan, Minggu (26/4/2026).

PAMEKASAN, (TrendiKabar.com) — Pagi itu bukan sekadar pertemuan biasa. Di Gedung Bakorwil IV Pamekasan, Minggu (26/4/2026), ribuan anak penyandang disabilitas datang dengan langkah yang mungkin tak sempurna, namun menghadirkan sesuatu yang jauh lebih utuh: ketulusan.

Sekitar 2.000 anak berkebutuhan khusus memenuhi ruangan. Ada yang berjalan tertatih, ada yang dipapah, ada pula yang hanya mampu tersenyum dalam diam. Namun satu hal yang sama mereka semua membawa cahaya yang menghangatkan suasana.

Sekitar 2.000 anak berkebutuhan khusus memenuhi ruangan. Ada yang berjalan tertatih, ada yang dipapah, ada pula yang hanya mampu tersenyum dalam diam. Namun satu hal yang sama mereka semua membawa cahaya yang menghangatkan suasana.

Mengusung tema “Memetik Berkah melalui Senyum Anak-anak Surga”, kegiatan yang digelar Bani Insan Peduli (BIP) Foundation ini menjadi lebih dari sekadar agenda sosial. Ia menjelma menjadi ruang kemanusiaan yang meruntuhkan sekat antara yang dianggap “sempurna” dan mereka yang selama ini kerap dipinggirkan.

Bukan Sekadar Memberi, Tapi Memanusiakan

Dalam kegiatan ini, tidak ada jarak antara pemberi dan penerima. BIP Foundation hadir bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi untuk memastikan bahwa setiap anak disabilitas merasa dilihat, diterima, dan dimuliakan.

Di tengah acara, tak sedikit orang tua yang menitikkan air mata. Bukan karena kesedihan, melainkan karena haru anak-anak mereka akhirnya mendapatkan ruang yang setara di tengah masyarakat.

Terinspirasi dari Kisah Mulia

Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin atau yang akrab disapa Bang Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari nilai-nilai besar yang diwariskan dalam sejarah Islam.

Foto: H. Ali Zainal Abidin saat memberikan sambutan pada acara santunan disabilitas di Pamekasan.

Ia menyebut kisah Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat Nabi yang memiliki keterbatasan penglihatan namun justru dimuliakan hingga menjadi sebab turunnya Surah ‘Abasa.

Selain itu, ia juga meneladani Amr bin al-Jamuh, sahabat dengan kondisi fisik pincang yang tetap berjuang di medan perang hingga meraih syahid.

“Dari mereka kita belajar bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari kesempurnaan fisik, tetapi dari keimanan dan kepedulian,” ujar Bang Ali di hadapan ribuan peserta.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara yang dianggap “normal” dan mereka yang berkebutuhan khusus.

“Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Di mata kami, mereka adalah anak-anak surga yang justru mengajarkan kita arti kesabaran dan keikhlasan,” tegasnya.

Menghapus Sekat, Menguatkan Harapan

Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi keluarga penyandang disabilitas. Mereka tidak hanya menerima bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral dan pengakuan sosial yang sering kali sulit didapatkan.

Panitia memastikan seluruh fasilitas dirancang ramah disabilitas, sebagai bentuk komitmen nyata terhadap inklusivitas.

Di tengah dunia yang masih sering membeda-bedakan, BIP Foundation hadir membawa pesan sederhana namun kuat: bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas fisik.

Dan dari Pamekasan hari itu, ribuan senyum “anak-anak surga” menjadi pengingat bahwa kesempurnaan sejati tidak terletak pada raga, melainkan pada hati yang mampu peduli.

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Semangat Gotong Royong Tak Pernah Padam, Warga Dusun Palegin Swadaya Bangun Jalan Menuju Yayasan Miftahul Ulum
Dialog Jurnalistik IJTI Korda Madura Raya Bersama Polresta Sumenep Membangun Hubungan dengan Insan Pers
Dua Hari Setelah BIP Dibubarkan, Tangis Syukur Bang Ali Pecah di Hadapan Wan Sehan, “Gerakan Kebaikan Pantang Mundur”
Tiga Ayat Sebelum Perpisahan, BIP Resmi Dibubarkan, Bang Ali Titipkan Warisan Fastabiqul Khairat
Di Balik Viral Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Filosofi BANI, “Apakah Salah Seorang Anak Mengabadikan Nama Orang Tuanya?”
Manusia yang Paling Dibenci Iblis, Pesan Menyentuh Founder BIP Bang Ali Saat Resmikan Bedah Rumah Ibu Maryani
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
813 Warga Desa Essang Terima Bantuan Sembako, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:16 WIB

Semangat Gotong Royong Tak Pernah Padam, Warga Dusun Palegin Swadaya Bangun Jalan Menuju Yayasan Miftahul Ulum

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:55 WIB

Dialog Jurnalistik IJTI Korda Madura Raya Bersama Polresta Sumenep Membangun Hubungan dengan Insan Pers

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dua Hari Setelah BIP Dibubarkan, Tangis Syukur Bang Ali Pecah di Hadapan Wan Sehan, “Gerakan Kebaikan Pantang Mundur”

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tiga Ayat Sebelum Perpisahan, BIP Resmi Dibubarkan, Bang Ali Titipkan Warisan Fastabiqul Khairat

Senin, 13 Juli 2026 - 03:11 WIB

Di Balik Viral Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Filosofi BANI, “Apakah Salah Seorang Anak Mengabadikan Nama Orang Tuanya?”

Berita Terbaru