SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Nilai kebersamaan dan budaya gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Dusun Palegin, Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Hal itu dibuktikan dengan kekompakan warga yang secara swadaya membangun jalan menuju Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Ulum.
Sejak pagi hari, puluhan warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, orang tua, tokoh masyarakat hingga perangkat desa, bergotong royong mengerjakan pembangunan jalan. Mereka dengan sukarela menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran, bahkan sebagian rezekinya demi mewujudkan akses jalan yang lebih layak.
Pembangunan jalan tersebut berawal dari kondisi jalan yang sebelumnya rusak dan licin saat musim hujan. Kondisi itu kerap menyulitkan aktivitas para santri, tenaga pendidik, serta masyarakat yang setiap hari melintasi jalan menuju Yayasan Miftahul Ulum.
Melalui semangat kebersamaan, warga berinisiatif memperbaiki jalan secara mandiri tanpa menunggu bantuan dari pihak lain. Mereka berharap akses menuju yayasan menjadi lebih aman, nyaman, dan dapat mendukung kelancaran kegiatan pendidikan maupun aktivitas masyarakat sekitar.
Kepala Desa Grujugan, Didik Susanto, mengaku bangga atas kepedulian dan kekompakan warganya yang masih menjaga tradisi gotong royong.
“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Dusun Palegin dan sekitarnya karena hingga saat ini masih memiliki rasa gotong royong dan kebersamaan yang luar biasa. Semangat seperti ini harus terus dipertahankan karena menjadi kekuatan utama dalam membangun desa,” ujarnya.
Menurut Didik, pembangunan tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah. Dengan semangat persatuan dan kepedulian sosial, masyarakat mampu menjadi pelaku utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Pembangunan jalan menuju Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Ulum ini diharapkan segera rampung sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri, guru, dan seluruh masyarakat yang memanfaatkan akses tersebut. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Palegin pun menjadi teladan bahwa kebersamaan masih menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam membangun desa.
Penulis : Harnawi
Editor : (Red)

























