Penasehat AWDI Sumenep Angkat Bicara Terkait Maraknya Acara Deklarasi Dukungan Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati

- Publisher

Kamis, 24 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

R. Ach.Djoni Tunaidy . S.sos (Penasehat AWDI Sumenep)

R. Ach.Djoni Tunaidy . S.sos (Penasehat AWDI Sumenep)

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Maraknya acara deklarasi dukungan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang belakangan ramai mengisi ruang-ruang publik, diam-diam rupanya mulai menjadi perhatian Penasehat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Sumenep.

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Periode 2009-2014 ini mengutarakan jika dukungan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ini memang perlu disikapi dengan bijak.

“Dukungan yang dideklarasikan belum tentu merepresentasikan suara penuh dari kelompok atau individu yang terlibat,” ujar Djoni Tunaidy, Penasehat AWDI Sumenep. Kamis (24/10/2024).

Pria yang akrab disapa Djoni itu menegaskan, sebuah deklarasi seharusnya lahir dari visi dan misi yang kuat, bukan sekadar pencitraan. “Dukungan yang tulus akan tercermin dari rekam jejak dan kontribusi nyata,” imbuhnya.

Deklarasi seperti ini kata dia, memang rawan disalah-artikan. Terkadang sulit untuk membedakan antara dukungan tulus dan sekadar upaya pencitraan.

“Kita perlu melihat rekam jejak dan konsistensi para deklarator dalam jangka panjang. Hanya waktu yang bisa membuktikan ketulusan dukungan mereka,” katanya.

Deklarasi dukungan menurut Djoni, merupakan bagian tak terpisahkan dari proses politik. Namun, calon Bupati perlu kejelian dalam menyikapi setiap deklarasi.

Bagi pandangan Djoni, dukungan yang datang, baik dari individu maupun kelompok, perlu dikaji secara mendalam. Asal usul dan rekam jejak para deklarator perlu menjadi pertimbangan penting.

“Jangan sampai dukungan yang diberikan justru menjadi beban di kemudian hari. Sikap hati-hati dan cermat akan menyelamatkan langkah menuju kursi kepemimpinan,” sarannya.

 

 

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib
Khidmat dan Meriah, Wisuda Santri Ponpes AT-TA’AWUN Sumenep Jadi Momentum Cetak Generasi Berakhlak
Beradaptasi Dengan Kebutuhan Zaman, RSUD Moh. Anwar Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:08 WIB

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:02 WIB

Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Berita Terbaru

Foto: Kepala Desa Poja, Yuli Rizkianto, kini menjadi sorotan atas sejumlah persoalan di pemerintahan desa.

Hukum & Pemerintahan

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:08 WIB