Abi Kusno Nachran, Jurnalis Pemberani yang Melawan Mafia Kayu Kalimantan

- Publisher

Rabu, 15 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Abi Kusno Nachran, jurnalis pemberani yang melawan mafia kayu Kalimantan hingga akhirnya meregang nyawa.

Foto : Abi Kusno Nachran, jurnalis pemberani yang melawan mafia kayu Kalimantan hingga akhirnya meregang nyawa.

(TrendiKabar.com) – Keberanian Melawan Pembalakan Liar Abi Kusno Nachran, seorang jurnalis kelahiran Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada tahun 1941, dikenal sebagai sosok yang berani mengungkap praktik ilegal pembalakan hutan. Melalui Tabloid Lintas Khatulistiwa, ia kerap menulis investigasi yang mengungkap pembalakan liar di kawasan Kalimantan, termasuk aksi pembongkaran pengangkutan kayu ilegal dari Taman Nasional Tanjung Puting.

Ia juga proaktif melaporkan temuan-temuannya kepada pihak berwenang, termasuk upaya menggagalkan tiga kapal berbendera asing yang diduga mengangkut kayu ilegal. Langkah ini membuatnya kerap bersinggungan dengan pihak-pihak berkepentingan, termasuk aktor besar di industri kayu.

Serangan Brutal pada November 2001

Keberanian Abi Kusno menuai konsekuensi tragis. Pada 28 November 2001, Abi Kusno dan seorang rekannya diserang sekelompok orang tak dikenal di Pangkalan Bun. Serangan menggunakan senjata tajam ini mengakibatkan Abi menderita 17 luka tusukan, dengan empat jarinya terputus.

Meski selamat dari serangan brutal tersebut, insiden ini menjadi salah satu bukti nyata risiko besar yang dihadapi jurnalis dalam melawan kejahatan terorganisir.

Upaya Mengungkap Dalang di Balik Serangan

Setelah pulih, Abi Kusno terus berjuang mencari keadilan dengan melaporkan dugaan keterlibatan pihak-pihak yang berpengaruh. Ia menyebut nama-nama besar yang diduga terkait, meskipun belum ada tindakan hukum yang jelas terhadap laporan-laporannya.

Teror yang Terus Menghantui

Pada tahun 2004, Abi Kusno terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalimantan Tengah. Namun, statusnya sebagai pejabat tidak membuatnya kebal dari ancaman. Salah satu insiden terjadi saat ia memantau lokasi penimbunan kayu liar di Muara Bulan, yang diikuti oleh berbagai ancaman terhadap keselamatannya.

Kecelakaan yang Mengundang Tanda Tanya

Pada 24 Juli 2006, Abi Kusno meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil di Tol Cirebon. Dari tiga penumpang dalam mobil tersebut, hanya Abi yang meninggal. Meski dinyatakan sebagai kecelakaan, beberapa pihak menduga kejadian tersebut memiliki motif lain yang berkaitan dengan aktivitasnya sebagai jurnalis dan aktivis.

Perjuangan yang Menginspirasi

Hingga kini, perjuangan Abi Kusno Nachran tetap menjadi pengingat bahwa keberanian melawan kejahatan lingkungan membutuhkan pengorbanan besar. Kisahnya menunjukkan pentingnya perlindungan bagi jurnalis dan aktivis lingkungan, serta urgensi melawan pembalakan liar yang merusak ekosistem.

 

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Teknologi Pemanis Garam Madura
Dugaan Tebang Pohon Tanpa Izin, Warga Somasi PLN Sumenep untuk Kedua Kalinya, PLN Angkat Bicara
15 Tahun Jalan Raya Dungkek Rusak, Warga Terpaksa Swadaya: Akses Wisata Gili Iyang Ikut Terancam
Tiang Lampu “Hantu” Poja: Anggaran Rp 71 Juta Baru Dipasang Setelah Laporan Topan ke Kejaksaan
Anggota Dewan Fraksi PAN Angkat Bicara, PLN ULP Sumenep Disorot dalam Dugaan Penebangan Siwalan Tanpa Izin
Program MBG SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Batang-Batang Disorot, Roti Nyaris Kedaluwarsa Dibagikan ke Siswa
Ketua Umum IMAKA Soroti Gagalnya Mudik Kangean di Pelabuhan Kalianget: Bukti Minimnya Keseriusan Pemerintah

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Senin, 11 Mei 2026 - 00:03 WIB

Teknologi Pemanis Garam Madura

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Dugaan Tebang Pohon Tanpa Izin, Warga Somasi PLN Sumenep untuk Kedua Kalinya, PLN Angkat Bicara

Sabtu, 11 April 2026 - 18:00 WIB

15 Tahun Jalan Raya Dungkek Rusak, Warga Terpaksa Swadaya: Akses Wisata Gili Iyang Ikut Terancam

Jumat, 10 April 2026 - 01:48 WIB

Tiang Lampu “Hantu” Poja: Anggaran Rp 71 Juta Baru Dipasang Setelah Laporan Topan ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Opini

Pancasila yang Saya Temukan di Pinggir Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:11 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB