(TrendiKabar.com) – Keberanian Melawan Pembalakan Liar Abi Kusno Nachran, seorang jurnalis kelahiran Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada tahun 1941, dikenal sebagai sosok yang berani mengungkap praktik ilegal pembalakan hutan. Melalui Tabloid Lintas Khatulistiwa, ia kerap menulis investigasi yang mengungkap pembalakan liar di kawasan Kalimantan, termasuk aksi pembongkaran pengangkutan kayu ilegal dari Taman Nasional Tanjung Puting.
Ia juga proaktif melaporkan temuan-temuannya kepada pihak berwenang, termasuk upaya menggagalkan tiga kapal berbendera asing yang diduga mengangkut kayu ilegal. Langkah ini membuatnya kerap bersinggungan dengan pihak-pihak berkepentingan, termasuk aktor besar di industri kayu.
Serangan Brutal pada November 2001
Keberanian Abi Kusno menuai konsekuensi tragis. Pada 28 November 2001, Abi Kusno dan seorang rekannya diserang sekelompok orang tak dikenal di Pangkalan Bun. Serangan menggunakan senjata tajam ini mengakibatkan Abi menderita 17 luka tusukan, dengan empat jarinya terputus.
Meski selamat dari serangan brutal tersebut, insiden ini menjadi salah satu bukti nyata risiko besar yang dihadapi jurnalis dalam melawan kejahatan terorganisir.
Upaya Mengungkap Dalang di Balik Serangan
Setelah pulih, Abi Kusno terus berjuang mencari keadilan dengan melaporkan dugaan keterlibatan pihak-pihak yang berpengaruh. Ia menyebut nama-nama besar yang diduga terkait, meskipun belum ada tindakan hukum yang jelas terhadap laporan-laporannya.
Teror yang Terus Menghantui
Pada tahun 2004, Abi Kusno terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalimantan Tengah. Namun, statusnya sebagai pejabat tidak membuatnya kebal dari ancaman. Salah satu insiden terjadi saat ia memantau lokasi penimbunan kayu liar di Muara Bulan, yang diikuti oleh berbagai ancaman terhadap keselamatannya.
Kecelakaan yang Mengundang Tanda Tanya
Pada 24 Juli 2006, Abi Kusno meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil di Tol Cirebon. Dari tiga penumpang dalam mobil tersebut, hanya Abi yang meninggal. Meski dinyatakan sebagai kecelakaan, beberapa pihak menduga kejadian tersebut memiliki motif lain yang berkaitan dengan aktivitasnya sebagai jurnalis dan aktivis.
Perjuangan yang Menginspirasi
Hingga kini, perjuangan Abi Kusno Nachran tetap menjadi pengingat bahwa keberanian melawan kejahatan lingkungan membutuhkan pengorbanan besar. Kisahnya menunjukkan pentingnya perlindungan bagi jurnalis dan aktivis lingkungan, serta urgensi melawan pembalakan liar yang merusak ekosistem.
Editor : (Red)



























