SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Jalan berlubang di Jl. Teuku Umar, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan. Namun hingga kini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU TR) Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Sumenep tampaknya memilih diam dan membiarkan kondisi ini tanpa tindakan nyata.
Keluhan masyarakat pun terus bermunculan. Salah satu warga, melalui akun TikTok Melly Izzati, memohon agar jalan segera diperbaiki:
“Om, minta tolong dong infokan ke yang biasa benerin jalan raya yang berlubang, di Jl. Teuku dari Pelar ke barat. Kalau sore banyak orang kejar waktu buka puasa, takut nggak ngeliat lubang besar itu. Mohon segera diperbaiki.”
Namun, aspirasi masyarakat ini seolah dianggap tak lebih dari suara di padang pasir diabaikan tanpa sedikit pun kepedulian. Apakah pemerintah harus menunggu jatuhnya korban sebelum tergerak melakukan perbaikan?
Lebih ironis lagi, saat awak media mencoba mengonfirmasi ke kantor Dinas PU TR Kabupaten Sumenep (17/03/2025), Kepala Bidang Bina Marga, Slamet Supriyadi, tak memberikan tanggapan. Di WhatsApp, pesan yang dikirim pun tak berbalas.
Sikap apatis ini semakin memperjelas betapa buruknya pelayanan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Jalan rusak yang bisa diperbaiki dalam hitungan hari justru dibiarkan berbulan-bulan. Apakah ini bentuk ketidakmampuan atau memang ketidakpedulian?
Pemerintah yang seharusnya hadir untuk rakyat justru bersikap seolah tak punya telinga dan hati. Jika keluhan masyarakat tak digubris, lalu untuk apa mereka menduduki jabatan di pemerintahan? Jika keselamatan rakyat dianggap sepele, lantas apa sebenarnya yang mereka prioritaskan?
Masyarakat tak butuh janji-janji manis. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata. Jangan sampai ada nyawa melayang barulah para pejabat ini berpura-pura peduli!
Penulis : Mat Halil/Suri Hariady
Editor : (Red)

























