Tiga Perangkat Desa Dungkek Datangi Rumah Warga Penerima BSPS yang Identitasnya Dipinjam, Ada Apa?

- Publisher

Minggu, 4 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga duduk di depan rumahnya saat didatangi tiga orang yang mengenakan seragam mirip perangkat desa. Gambar ini hanya ilustrasi dan bukan dokumentasi kejadian sebenarnya.

Seorang warga duduk di depan rumahnya saat didatangi tiga orang yang mengenakan seragam mirip perangkat desa. Gambar ini hanya ilustrasi dan bukan dokumentasi kejadian sebenarnya.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Polemik pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep terus bergulir dan mulai memasuki ranah hukum. Salah satu kasus terbaru mencuat di Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek. Seorang warga berinisial A mengaku identitasnya dipinjam untuk keperluan administrasi program BSPS, namun bantuan yang seharusnya diterima justru diberikan kepada orang lain.

Ironisnya, A mengaku hanya menerima uang sebesar Rp1 juta dari Kepala Desa Dungkek sebagai bentuk “kompensasi”.

Pasca pemberitaan kasus ini pada Minggu (4/5/2025), tiga orang yang diduga perangkat Desa Dungkek mendatangi rumah A. Tujuan kedatangan mereka masih belum jelas.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, A membenarkan adanya kunjungan tersebut.

“Iya benar, ada tiga orang datang, termasuk apel desa dan dua perangkat lainnya,” ungkapnya.

Kedatangan perangkat desa ini memunculkan sejumlah pertanyaan. Apakah mereka datang untuk klarifikasi, intimidasi, atau ada maksud lain?

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Dungkek, Jumahri, belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi sejak kemarin.

Sebelumnya, program BSPS di Sumenep memang tengah disorot publik. Dugaan penyimpangan ditemukan di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan, dan kini merembet ke wilayah daratan.

Dalam penelusuran tim TrendiKabar pada Jumat (2/5/2025), A mengaku tidak mengetahui secara rinci bentuk dan besaran bantuan yang seharusnya ia terima. Ia hanya menyadari bahwa identitasnya telah digunakan tanpa kejelasan.

“Saya hanya dipinjam identitasnya. Bantuan tidak saya terima. Saya hanya dikasih uang Rp1 juta oleh Pak Kades,” ujarnya.

Pengakuan ini memperkuat dugaan adanya praktik manipulasi data penerima bantuan di tingkat desa. Selain melanggar hukum, praktik semacam ini mencederai prinsip keadilan dalam distribusi bantuan negara.

TrendiKabar akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

 

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta
Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara
Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam
Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas
Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri
HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Sumenep Tebar Kepedulian Lewat Aksi Bakti Sosial
Pererat Silaturahmi dan Soliditas Kader, Djoni Tunaidy Konsolidasikan PSI Sumenep di Saronggi
Dari ruang kelas menuju kegelapan DPO, jejak sang pendidik yang luntur

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:59 WIB

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:46 WIB

Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:19 WIB

Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:06 WIB

Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

Berita Terbaru