21 Kiai dan Tokoh Guluk–Guluk–Ganding Tolak Proyek PLTS Daratan: Dukung Energi Terbarukan, Asal Tak Abaikan Keadilan Ekologis

- Publisher

Minggu, 4 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Sebanyak 21 kiai dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Guluk-Guluk dan Ganding, Kabupaten Sumenep, menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) darat oleh PLN Indonesia Power. Penolakan ini ditegaskan dalam sebuah forum keagamaan dan sosial bertajuk Istighosah Kubro yang digelar pada 2 Mei 2025 di wilayah Guluk-Guluk.

Mereka menegaskan bahwa sikap tersebut bukanlah penolakan terhadap energi terbarukan, melainkan bentuk keberatan terhadap lokasi proyek yang dinilai mengancam keberlanjutan lingkungan hidup dan keadilan ekologis di wilayah daratan Sumenep.

“Kami mendukung energi bersih. Tapi kami menolak jika lokasinya justru mengorbankan ekosistem darat dan masyarakat sekitar. Ini soal keadilan ekologis dan masa depan anak cucu kami,” tegas KH. A. Syafiie Anshari dari Pondok Pesantren Annuqayah.

Nada serupa juga disampaikan KH. Ali Fikri yang mendorong agar pembangunan PLTS difokuskan ke wilayah kepulauan yang masih minim akses listrik.

“Kasihan rakyat di pulau-pulau. Mereka belum menikmati Indonesia Terang. PLTS lebih layak dibangun di sana untuk keadilan distribusi energi,” ujarnya.

Penolakan Berbasis Moral dan Ekologis

Acara Istighosah Kubro yang digelar di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kerusakan lingkungan mengangkat tema: “Memohon Perlindungan Allah SWT atas Keselamatan Alam, Air, dan Kehidupan Warga dari Ancaman Perusakan Lingkungan.”

Para tokoh menyuarakan keresahan akan potensi dampak ekologis pembangunan pembangkit di daratan yang selama ini menjadi penyangga kehidupan warga. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan proyek-proyek besar yang berpotensi mengubah lanskap ekologis dan sosial.

Berikut daftar lengkap 21 tokoh dan kiai yang menyatakan penolakan:

1. KH A Syafiie Anshari (PP Annuqayah)

2. KH Bushiri Ali Mufi (PP Annuqayah)

3. KH A Hanif Hasan (PP Annuqayah)

4. KH A Farid Hasan (PP Annuqayah)

5. KH A Syamli Muqsith (PP Annuqayah)

6. KH Mushtafa Erfan (PP Annuqayah)

7. K M Faizi (PP Annuqayah)

8. KH A Washil Khalid (Pangurai Bataal)

9. KH M Ali Fikri (PP Annuqayah)

10. KH Fathurrosi (PP Patapan)

11. K Marzuqi Asyari (PP Patapan)

12. KH Wiam Mannan (PP Lembung Praga)

13. KH Widadi Rahim (Alisaf Kalaban)

14. Sulaisi Abdurrazaq (Profesional)

15. K Zaifurrahman (Sumber Kembar)

16. K M Hasan Tsabit (PP Annuqayah)

17. K Ubaidillah Tsabit (PP Annuqayah)

18. K Luthfi Raziq (PP Brumbung Praga)

19. KH Moh Naqib Hasan (PP Annuqayah)

20. K Syihabuddin (PP Sumber Pinang Bataal)

21. KH Panji Taufiq (Guluk-Guluk)

Tuntutan Evaluasi dan Redistribusi Proyek Energi

Para tokoh mendesak pemerintah dan PLN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rencana pembangunan PLTS di daratan. Mereka meminta agar pembangunan infrastruktur energi difokuskan pada wilayah-wilayah yang lebih membutuhkan, terutama kepulauan Sumenep yang hingga kini masih bergulat dengan keterbatasan akses listrik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PLN Indonesia Power terkait aspirasi dan penolakan warga serta tokoh agama tersebut.

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB