Komunitas Cinta Bangsa Desak KPK Usut Dugaan Gratifikasi di BPTD Kelas II Jawa Timur

- Publisher

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, (TrendiKabar.com) – Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi dan teaterikal di Surabaya, menyoroti dugaan praktik korupsi dan gratifikasi dalam tubuh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur. Dalam aksinya, mereka mendesak Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan BPTD.

Dalam pernyataan resminya, KCB menyoroti proses penerbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang dinilai tidak sesuai prosedur. Mereka menyebut adanya indikasi keterlibatan beberapa nama, antara lain Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur Muiz Thohir, Kepala Seksi Sarana Fuad Nur Alam, Koordinator Tim Penguji M. Irfandy, Kepala UPT Trenggalek Endrawan, serta Direktur CV Sidomulyo Barokah, Sunardi. Dugaan pelanggaran itu dikaitkan dengan pengujian kendaraan yang disebut dilakukan di lokasi tidak sesuai ketentuan, bukan di fasilitas karoseri sebagaimana diwajibkan.

KCB juga menuding adanya pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 145 Tahun 2018 tentang pengujian kendaraan bermotor. Mereka mendesak agar pihak berwenang segera melakukan audit menyeluruh terhadap kegiatan pengujian dan penerbitan SRUT di lingkungan BPTD.

Selain itu, KCB juga menyoroti dugaan monopoli dan ketidakterbukaan dalam proses pengadaan proyek penunjukan langsung (PL) dan tender di bawah kewenangan BPTD Kelas II Jawa Timur. Mereka menilai, terdapat indikasi intervensi dan praktik tidak sehat dalam penentuan pemenang tender serta pelaksanaan proyek yang disebut bermasalah dalam kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian.

Dalam orasi mereka, KCB mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan proyek pemerintah dan meminta Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk melakukan audit investigatif, termasuk menelusuri harta kekayaan para pejabat yang dianggap tidak wajar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Muiz Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPTD Kelas II Jatim, sebelumnya pernah bertugas di wilayah Kalimantan Timur. KCB juga menyinggung adanya sorotan publik terhadap kepemimpinannya di daerah tersebut. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan maupun dari pihak BPTD terkait tuduhan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Dalam aksi yang berlangsung damai, KCB turut menggelar teatrikal bertajuk “Pengusiran Roh Jahat di BPTD Kelas II Jatim” sebagai bentuk kritik simbolik terhadap kondisi internal lembaga. Aksi teatrikal ini ditutup dengan doa dan harapan agar proses penegakan hukum dapat berjalan adil dan transparan.

Sebagai penutup, KCB menyampaikan lima tuntutan utama, di antaranya pemeriksaan terhadap para pejabat yang disebut dalam dugaan gratifikasi SRUT, audit atas proyek pengadaan yang dianggap bermasalah, hingga pelacakan aliran dugaan gratifikasi ke tingkat yang lebih tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Perhubungan, Kejaksaan, maupun KPK terkait tuntutan yang dilayangkan oleh Komunitas Cinta Bangsa Jawa Timur.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas
Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja
Usai Soroti Dugaan Dana Desa dan Mafia Tanah, Pengelola Akun TikTok Mengaku Didatangi Sekdes Kebundadap Timur dan Diminta Hapus Konten
Diam-diam Inspektorat Turun ke Kebundadap Timur, Dugaan Dana Desa Rp2,3 Miliar Mulai Terkuak
MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:06 WIB

Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:20 WIB

Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja

Berita Terbaru

Opini

Baperan Ketika Kader Mulai Bicara Jujur

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:39 WIB