BSPS Sumenep Rp109,8 Miliar Mandek di Kejati Jatim, Aktivis Surati Presiden Prabowo lewat Setneg

- Publisher

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua LSM Karya Anak Bangsa, Ahmad Rizali, saat berada di lingkungan Sekretariat Kabinet RI, Jakarta.

Foto: Ketua LSM Karya Anak Bangsa, Ahmad Rizali, saat berada di lingkungan Sekretariat Kabinet RI, Jakarta.

JAKARTA, (TrendiKabar.com) – Upaya pengawalan dugaan korupsi dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024 di Kabupaten Sumenep terus berlanjut. Setelah sebelumnya melayangkan aduan melalui program Lapor Mas Wapres di Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Ketua LSM Karya Anak Bangsa, Ahmad Rizali, kini mengambil langkah lebih jauh dengan mengirimkan surat resmi kepada Presiden H. Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara RI di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Surat tersebut menyoroti dugaan penyimpangan anggaran BSPS senilai Rp109,8 miliar untuk pembangunan 5.490 unit rumah di Kabupaten Sumenep, Madura.

Rizali menegaskan, bersurat langsung ke Presiden merupakan bentuk desakan agar negara hadir nyata dalam penegakan hukum.

“Proses hukum kasus BSPS 2024 di Kejati Jatim terkesan jalan di tempat. Korkab BSPS 2024 sudah diperiksa, begitu pula pendamping, fasilitator, hingga kepala desa. Namun hingga kini belum ada penetapan tersangka. Ini menimbulkan tanda tanya besar di publik,” tegasnya saat diwawancarai pada 1 September 2025.

Lebih jauh, Rizali meminta agar Kejati Jatim tidak berhenti pada aktor teknis di lapangan. Menurutnya, aspirator program BSPS di Kabupaten Sumenep berasal dari partai politik, yakni PDIP dan Partai Demokrat, sehingga penegakan hukum harus berani menyentuh ranah tersebut.

Ia menilai indikasi korupsi sudah terang-benderang dari keterangan penerima bantuan maupun bukti administrasi di lapangan. Namun, publik justru mencium adanya tarik-menarik kepentingan yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

“Kalau kasus ini dibiarkan, rakyat kecil yang seharusnya menerima manfaat justru jadi korban. Negara jangan sampai berkhianat pada warganya,” ujarnya.

Rizali menambahkan, Presiden Prabowo harus memastikan aparat penegak hukum bekerja sungguh-sungguh, bukan membiarkan kasus berlarut tanpa kejelasan.

Kasus dugaan korupsi BSPS ini sudah lebih dari empat bulan mandek di Kejati Jawa Timur tanpa kepastian. Hingga kini tidak jelas apakah proses hukum benar-benar berhenti atau masih dalam tahap pemeriksaan. Rizali menekankan, Kejati Jatim seharusnya terbuka menyampaikan perkembangan perkara agar publik tidak terus dibuat menunggu dalam ketidakpastian.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Respons Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Nama Legislator Muncul di Sidang BSPS 2024, Siapa Aktor Besar di Balik Korupsi Rp26,8 Miliar?
Waspada Penipuan Online, Warga Samarinda Rugi Jutaan usai Beli HP via Facebook
Satresnarkoba Polres Sumenep Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Kecamatan Dasuk 
Kerugian Jamaah Tembus Rp15,16 Miliar, Tim Korban Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Umrah Ilegal Anisa Berkah Wisata
Soroti Ketidakhadiran Nia Kurnia Fauzi, PPI Beri Ultimatum 3×24 Jam kepada BK DPRD Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:33 WIB

Respons Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:33 WIB

Nama Legislator Muncul di Sidang BSPS 2024, Siapa Aktor Besar di Balik Korupsi Rp26,8 Miliar?

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:56 WIB

Waspada Penipuan Online, Warga Samarinda Rugi Jutaan usai Beli HP via Facebook

Berita Terbaru