Didatangi Malam Hari Usai Kasus Kredit Ramai, Juhari Tolak Diminta Tanda Tangan oleh Pegawai Bank Mandiri Taspen

- Publisher

Minggu, 26 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hanya ilustrasi

Foto: Hanya ilustrasi

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Kasus dugaan praktik tidak transparan dalam penyaluran kredit Bank Mandiri Taspen kembali menuai sorotan. Setelah pemberitaan kasus ini meluas, rumah Juhari seorang pegawai kebun sekolah di SDN II Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang tiba-tiba didatangi dua pegawai Bank Mandiri Taspen pada Jumat malam (24/10/2025) seusai salat Magrib.

Menurut keterangan istrinya, kedua pegawai itu datang tanpa pemberitahuan sebelumnya dan meminta tanda tangan tanpa penjelasan yang jelas.

“Mereka datang setelah Magrib, dua orang. Satu namanya Pak Imam, yang satunya saya tidak tahu siapa. Mereka minta tanda tangan, entah untuk apa, tapi saya tolak,” ujar istri Juhari kepada wartawan TrendiKabar.com.

Keesokan harinya, Sabtu (25/10/2025), empat orang petugas dari Bank Mandiri Taspen kembali mendatangi rumah Juhari. Namun saat itu, Juhari dan istrinya sedang berada di sawah. Mereka lalu meminta agar pihak bank menemui Kepala Desa setempat.

“Saya takut dibodohin lagi, Pak,” ucap istri Juhari menirukan suaminya.

Pihak keluarga mengungkapkan, petugas bank kemudian meminta Juhari datang ke kantor cabang Sumenep pada Senin mendatang. Namun, keluarga merasa ada kejanggalan dari rangkaian peristiwa tersebut.

“Kami ini orang awam, Pak. Awalnya kami ditawari pinjaman, padahal kami menolak. Tapi oknum berinisial S meyakinkan kalau pinjaman bisa diangsur setelah pensiun. Nyatanya, pinjaman tertulis Rp270 juta, tapi yang kami terima hanya Rp38 juta,” ungkap Juhari.

Menurut Juhari, pihak bank beralasan sisa uang pinjaman sebesar Rp205 juta diblokir untuk pembayaran angsuran per bulan.

“Kami hanya minta keadilan. Kok bisa pinjaman ditulis Rp270 juta, tapi uang yang kami terima cuma Rp38 juta. Sisanya dikatakan diblokir untuk angsuran itu tidak masuk akal,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah TrendiKabar.com memberitakan dugaan ketidakterbukaan dalam proses pencairan kredit yang melibatkan nasabah berstatus pensiunan dan pra-pensiunan di Kabupaten Sumenep.

 

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB